DKI Didorong Miliki BUMD Pengelola Sampah untuk Tingkatkan PAD
JAKARTA – Sampah di Jakarta dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah apabila dikelola sebagai komoditas bernilai ekonomi. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang secara khusus menangani pengolahan sampah dari hulu hingga menghasilkan produk yang dapat diserap pasar.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta, Dailami Firdaus, mengatakan keberadaan BUMD khusus persampahan dapat memperkuat tata kelola sampah sekaligus membuka ruang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Keberadaan BUMD tersebut dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan PAD,” kata Dailami di Jakarta, Selasa (11/08/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (11/08/2026).
Menurut Dailami, Pemprov DKI Jakarta perlu memiliki badan usaha yang fokus mengembangkan sampah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Pengelolaan tersebut dinilai dapat menciptakan sumber penerimaan baru apabila dilakukan secara profesional dan memiliki orientasi pasar.
Dia berharap pembentukan BUMD persampahan dapat menjadi bagian dari penguatan sistem pengolahan sampah di Jakarta. “Insya Allah, ini akan menambah PAD,” kata dia.
Dailami juga menilai kebijakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Pemilahan sejak sumbernya dapat membantu memisahkan sampah yang masih memiliki nilai guna dari sampah yang harus ditangani melalui metode pengolahan lainnya.
“Program pilah sampah tentunya sangat positif karena memulai pengurangan sampah dari dasar, yaitu rumah tangga, serta membentuk kedisiplinan di masyarakat,” ujarnya.
Namun, menurut dia, proses pemilahan tidak boleh menjadi tahapan akhir. Sampah yang telah dipisahkan perlu diarahkan menjadi bahan baku maupun produk yang memiliki nilai tambah sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Salah satu opsi yang tengah dikembangkan pemerintah ialah Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Menurut Dailami, pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung kebutuhan listrik Jakarta sebagai kota global.
Selain energi listrik, sampah dapat diolah menjadi beragam produk, seperti pupuk, kerajinan tangan, bahan bangunan berupa paving block, hingga furniture. Diversifikasi produk tersebut membuka peluang agar sampah tidak hanya dipandang sebagai beban lingkungan, tetapi juga sebagai bahan baku kegiatan ekonomi.
Meski demikian, Dailami mengingatkan bahwa produk hasil pengolahan sampah harus memenuhi standar agar dapat diterima masyarakat dan memiliki daya saing di pasar.
“Untuk menjadikan produk olahan dari sampah itu bisa bernilai dan diterima pasar, maka harus ada standar mutunya, baik dari segi bahan baku, keamanan, kesehatan, maupun lingkungan,” kata Dailami.
Pengembangan industri pengolahan sampah dinilai membutuhkan kolaborasi lintas lembaga, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat hingga pihak yang memiliki kapasitas dalam pengembangan teknologi pengolahan. Dengan tata kelola yang terintegrasi, sampah diharapkan dapat memberikan manfaat ganda berupa pengurangan beban lingkungan dan penciptaan nilai ekonomi.
Dailami menyebut Jakarta kini memasuki fase baru dengan tantangan sekaligus peluang yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Dalam konteks tersebut, pengelolaan sampah menjadi salah satu bidang yang dapat dikembangkan untuk mendukung daya saing Jakarta sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap tantangan dapat diubah menjadi peluang untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang maju, aman, berdaya saing, tetap berbudaya, dan semakin menyejahterakan seluruh masyarakatnya,” ujarnya.
DPD RI, kata Dailami, akan terus menjalankan fungsi konstitusionalnya dalam menyerap aspirasi daerah, memberikan pertimbangan kepada pemerintah pusat, serta mengawal kebijakan nasional agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta. []
Redaksi01
