DLH Paser Perbarui Aturan Adiwiyata 2026, Penilaian dan Sistem Digital Berubah

DLH Paser memperkenalkan standar penilaian baru dan sistem digital SIDIA dalam Program Adiwiyata untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolah.

PASER – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser menggencarkan sosialisasi regulasi terbaru Program Adiwiyata kepada sekolah-sekolah di wilayahnya sebagai upaya penyesuaian standar penilaian dan penerapan sistem digital melalui aplikasi Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA), Selasa (21/04/2026).

Program Adiwiyata merupakan penghargaan bagi sekolah yang berkomitmen mewujudkan lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dalam aturan terbaru, DLH Paser menetapkan ambang batas kelulusan nilai sebesar 70 untuk tingkat kabupaten dan provinsi, 80 untuk tingkat nasional, serta 90 untuk predikat tertinggi Adiwiyata Mandiri.

Narasumber DLH Paser, Hariani Santi, mengatakan sejumlah sekolah menghadapi tantangan dalam mempertahankan status Adiwiyata akibat kewajiban evaluasi ulang setiap empat tahun sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.53 Tahun 2019 tentang Penghargaan Adiwiyata.

“Beberapa sekolah di Tanah Grogot dan Batu Sopang mengalami penurunan status dari Mandiri ke Provinsi karena hasil evaluasi belum memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat ini hanya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 013 Batu Sopang yang masih mampu mempertahankan status Adiwiyata Mandiri di Paser.

Selain itu, pemerintah melalui Permen LHK Nomor 25 Tahun 2024 juga menyederhanakan indikator penilaian dari enam aspek menjadi lima kriteria utama, yakni sanitasi dan kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air, serta konservasi energi. Komponen inovasi dihapus guna menyeragamkan standar penilaian antarwilayah.

Dari sisi capaian, Paser mencatat prestasi pada 2025 dengan tiga sekolah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional, yakni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Muara Samu, SDN 012 Batu Sopang, dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batu Sopang.

Memasuki 2026, DLH Paser mendorong penguatan kolaborasi seluruh unsur sekolah dalam pelaksanaan program tersebut. Keterlibatan kepala sekolah, guru, siswa, hingga tenaga pendukung dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi.

“Program Adiwiyata bukan sekadar penghargaan, tetapi pembentukan budaya peduli lingkungan yang harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan di lingkungan sekolah,” kata Hariani Santi.

Dengan penerapan sistem digital SIDIA dan standar penilaian yang lebih terstruktur, DLH Paser berharap pelaksanaan Program Adiwiyata di Paser semakin transparan, terukur, serta mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekolah secara berkelanjutan. []

Penulis: Darwanti  | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *