DP2KB Kukar Dorong Lansia Tetap Produktif melalui Sekolah Lansia

0
IMG-20261025-WA0006

Kepala DP2KB Kukar, Maman Setiawan.

DP2KB Kukar mengembangkan Sekolah Lansia sebagai wadah kreativitas dan pembelajaran hidup sehat, sementara rencana wisuda peserta di Tenggarong masih menunggu koordinasi terkait keterbatasan anggaran.

ADVERTORIAL – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong masyarakat lanjut usia (lansia) agar tetap aktif, kreatif, dan produktif melalui program Sekolah Lansia. Program yang telah berjalan di sejumlah kecamatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mempelajari pola hidup sehat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.

Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kukar, Maman Setiawan, mengatakan Sekolah Lansia dirancang sebagai wadah pembelajaran nonformal yang memungkinkan warga lanjut usia tetap menjalankan aktivitas positif dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program tersebut, para peserta dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari membuat kerajinan tangan hingga mempelajari cara menjaga kesehatan pada usia lanjut.

“Para lansia itu tidak hanya menganggur, tetapi bisa melakukan aktivitas, mungkin membuat kerajinan tangan, kemudian belajar bagaimana menjalani pola hidup sehat itu seperti apa,” jelas Maman di Tenggarong, Minggu (25/10/2026).

Menurut Maman, kegiatan Sekolah Lansia tidak diarahkan pada pembelajaran akademis sebagaimana pendidikan formal. Program tersebut lebih menitikberatkan pada pengembangan kreativitas dan peningkatan pemahaman mengenai kebiasaan hidup sehat.

Aktivitas yang diberikan juga disesuaikan dengan kondisi fisik peserta sehingga tidak menuntut mereka melakukan kegiatan berat.

“Ya, pertama intinya itu memberikan mereka supaya ada kreativitas, kemudian menjalani pola hidup sehat itu seperti apa. Lebih banyak ke sana, bukan aktivitas yang berat atau belajar seperti sekolah formal,” katanya.

Keberadaan Sekolah Lansia di sejumlah kecamatan menjadi salah satu upaya DP2KB Kukar memperluas akses kegiatan pembelajaran bagi masyarakat usia lanjut.

Selain memberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan, program ini diharapkan dapat membantu peserta mempertahankan aktivitas sehari-hari yang bermanfaat serta meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan.

Seiring berjalannya program, DP2KB Kukar juga merencanakan penyelenggaraan wisuda bagi peserta Sekolah Lansia di Tenggarong. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut masih menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah provinsi, terutama mengenai teknis penyelenggaraan dan ketersediaan anggaran.

Maman mengungkapkan bahwa jadwal wisuda belum dapat dipastikan karena sejumlah kebutuhan kegiatan masih harus dibahas bersama pihak terkait.

“Belum tahu, baru mau koordinasi. Karena kita minta petunjuk dari provinsi dengan kondisi anggaran yang tidak ada ini, bagaimana mengadakan acara seremoni wisuda Sekolah Lansia ini,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan wisuda membutuhkan persiapan administratif dan teknis, termasuk undangan peserta, penyediaan sertifikat, serta konsumsi selama kegiatan berlangsung.

“Karena nanti mereka kan diundang, kita butuh sertifikat, mengadakan konsumsinya seperti apa. Jadi, itu yang masih perlu dikoordinasikan, terutama dengan kondisi anggaran yang ada,” tuturnya.

DP2KB Kukar berharap keterbatasan anggaran untuk pelaksanaan wisuda tidak mengurangi manfaat pembelajaran yang telah diperoleh para peserta Sekolah Lansia.

Program tersebut diharapkan terus menjadi sarana bagi masyarakat usia lanjut untuk mengembangkan kreativitas, menjaga kesehatan, dan berpartisipasi dalam kegiatan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Kami berharap melalui program ini, lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih aktif dan produktif sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan masing-masing,” pungkas Maman. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *