Stabilitas Telur Jadi Penyelamat Daya Beli di Tengah Lonjakan Harga

JAKARTA – Stabilnya harga telur ayam ras di tengah gejolak harga komoditas pangan lain menjadi sinyal positif bagi daya beli masyarakat pada Selasa (21/04/2026), meski disparitas harga masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan pantauan data pasar harian, harga telur ayam ras secara nasional berada pada kisaran Rp28.500 hingga Rp30.000 per kilogram dan relatif tidak berubah dibandingkan awal pekan. Kondisi ini kontras dengan fluktuasi tajam yang terjadi pada komoditas lain seperti gula pasir premium di beberapa wilayah.

Ketersediaan pasokan dari sentra produksi di Jawa Timur dan Jawa Tengah disebut menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas harga telur di tingkat konsumen. Distribusi yang lancar turut memastikan tidak adanya gangguan signifikan dalam rantai pasok selama pertengahan April 2026.

Di sisi lain, perbedaan harga antarwilayah masih menjadi perhatian. Rata-rata harga gula pasir premium nasional tercatat sekitar Rp24.570 per kilogram, namun di beberapa daerah di Pulau Sumatera harga sempat melonjak hingga di atas Rp70.000 per kilogram, sebagaimana dilansir Kompas, Selasa (21/04/2026).

Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus melakukan intervensi pasar untuk menekan dampak fluktuasi harga. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penyelenggaraan pasar murah di berbagai daerah guna menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Program tersebut antara lain menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp60.000 per 5 kilogram serta minyak goreng sederhana Rp15.500 per liter. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, khususnya terhadap kebutuhan protein seperti telur ayam ras.

Sementara itu, pemerintah juga mengingatkan bahwa stabilitas harga telur tetap dipengaruhi sejumlah faktor, seperti biaya pakan ternak dan kelancaran distribusi logistik. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan harga melalui kanal resmi guna menghindari spekulasi di tingkat pasar.

“Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.”

Dengan kondisi pasokan yang masih terjaga dan intervensi pasar yang terus dilakukan, stabilitas harga telur ayam ras diharapkan dapat dipertahankan, sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlanjutan usaha peternak di berbagai daerah. []

Penulis: Intan Permatasari | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *