Harga Pangan Jumat: Cabai Keriting Rp100.950, Telur Ayam Rp29.000

0
Ybl904LVqa

JAKARTA – Harga cabai merah keriting mencapai Rp100.950 per kilogram dan menjadi komoditas cabai termahal di antara tiga jenis cabai yang tercatat dalam pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Jumat (06/11/2026). Sementara itu, cabai rawit merah dijual Rp91.600 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp72.500 per kilogram.

Data PIHPS yang dikelola Bank Indonesia (BI) tersebut menunjukkan perbedaan harga cukup lebar di antara jenis cabai. Selain itu, bawang merah tercatat Rp40.500 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp39.600 per kilogram di tingkat pedagang eceran nasional.

Di kelompok beras, harga kualitas bawah I tercatat Rp16.350 per kilogram dan kualitas bawah II Rp15.450 per kilogram. Beras medium I dijual Rp17.300 per kilogram, sementara medium II sebesar Rp17.150 per kilogram.

Adapun beras kualitas super I mencapai Rp18.400 per kilogram dan super II Rp17.700 per kilogram. Angka tersebut memperlihatkan variasi harga berdasarkan kualitas beras yang dipasarkan kepada konsumen.

Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras segar tercatat Rp41.750 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas I mencapai Rp156.750 per kilogram dan kualitas II sebesar Rp143.450 per kilogram. Telur ayam ras berada di harga Rp29.000 per kilogram.

Pada kelompok bahan pangan lainnya, gula pasir kualitas premium tercatat Rp21.500 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal Rp19.700 per kilogram. Minyak goreng curah dijual Rp20.650 per liter.

Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp24.900 per liter dan kemasan bermerek II sebesar Rp23.200 per liter.

Rangkaian data tersebut merupakan harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional yang dipantau PIHPS. Informasi itu dilansir Antara dari data PIHPS di Jakarta, Jumat (06/11/2026), sekitar pukul 09.32 WIB.

Pemantauan harga berbagai komoditas tersebut dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk melihat perkembangan harga kebutuhan pokok, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan pangan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *