Minyakita Paling Diburu di Pasar Murah Memorandum, Pembelian Dibatasi
SURABAYA – Minyakita menjadi produk paling diburu warga dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) bersama Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum di halaman Kantor Memorandum, Jalan Ketintang Baru III Nomor 91, Surabaya, Jumat (06/11/2026). Tingginya permintaan membuat pembelian minyak goreng bersubsidi tersebut dibatasi maksimal dua kemasan untuk setiap orang.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dibuka pukul 08.00 WIB. Warga mendatangi lokasi untuk memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama minyak goreng yang menjadi salah satu komoditas paling diminati.
Petugas penjualan umum Bulog Kantor Cabang Surabaya, Satrio Fajar, mengatakan pihaknya menyediakan sejumlah bahan pangan, mulai dari beras hingga minyak goreng dan gula.
“Untuk hari ini kami membawa beras SPHP kemasan lima kilogram, beras premium Punokawan kemasan 10 kilogram, gula Rose Brand, minyak Rose Brand, Lentera Mas, serta Minyakita,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bulog menyiapkan sekitar satu ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta 500 kilogram beras premium Punokawan. Persediaan minyak goreng mencapai sekitar 30 karton, sedangkan gula pasir disediakan sebanyak lima bal.
Satrio menjelaskan, pembatasan pembelian diterapkan khusus untuk Minyakita karena merupakan minyak goreng bersubsidi. Sementara itu, masyarakat dapat membeli komoditas lain, termasuk beras, tanpa pembatasan jumlah sebagaimana ketentuan dalam kegiatan tersebut.
“Yang selalu dicari masyarakat tetap Minyakita. Karena merupakan minyak goreng subsidi, pembeliannya dibatasi maksimal dua kemasan,” jelasnya.
Menurut Satrio, GPM merupakan kegiatan rutin Bulog yang umumnya dilaksanakan sekali dalam sepekan. Pelaksanaannya berpindah-pindah, antara lain di kantor dinas, instansi, serta berbagai kegiatan masyarakat.
“Menurut saya kegiatan seperti ini sangat bagus. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat agar bisa membeli kebutuhan pokok dengan lebih mudah,” tuturnya.
Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan warga. Firda, warga Waru, Kabupaten Sidoarjo, menyempatkan diri mendatangi lokasi sebelum berangkat bekerja. Ia membeli dua kemasan Minyakita dan satu kemasan beras SPHP.
Firda mengetahui informasi GPM melalui media sosial Instagram. Namun, ia sempat kesulitan menemukan lokasi kegiatan karena alamat lengkap tidak tercantum secara jelas dalam unggahan yang dilihatnya.
“Saya tahunya dari Instagram, tetapi tidak disebutkan lokasinya secara detail. Jadi sempat bingung dan akhirnya mencari lewat Google untuk mengetahui kalau tempatnya di kantor Memorandum,” ungkapnya.
Meski sempat mengalami kendala mencari lokasi, Firda menilai kegiatan tersebut membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih terjangkau. Ia bahkan berencana mengajak teman-temannya untuk datang pada pelaksanaan berikutnya.
Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Memorandum, Rakhmat Hidayat, menyatakan kolaborasi dengan Bulog Jawa Timur diharapkan dapat berlanjut setelah rangkaian peringatan hari jadi media tersebut selesai.
“Kami menyambut baik kolaborasi dengan Bulog Jatim ini. Harapannya, ke depan bisa terjalin kerja sama yang semakin baik dan tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rakhmat.
Pelaksanaan GPM dalam rangka HUT ke-57 Memorandum tersebut memperlihatkan peran kerja sama antara media dan Bulog dalam mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat. Ke depan, penyampaian informasi lokasi dan pelaksanaan kegiatan secara lebih terperinci juga diharapkan dapat memudahkan warga menjangkau program serupa. []
Redaksi01
