Harga Sembako Jatim 26 September 2026: Cabai Merah Besar Turun 8,99%

SURABAYA – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Jawa Timur (Jatim) bergerak berlawanan pada Sabtu (26/09/2026). Penurunan paling besar terjadi pada cabai merah besar yang turun 8,99 persen menjadi Rp25.016 per kilogram (kg), sedangkan cabai rawit merah justru naik 1,64 persen menjadi Rp64.878 per kg.

Data tersebut berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim. Pergerakan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas lain, baik berupa kenaikan maupun penurunan.

Cabai merah keriting tercatat turun Rp819 atau 2,11 persen menjadi Rp38.041 per kg. Penurunan lebih besar secara nominal terjadi pada telur ayam kampung yang berkurang Rp1.826 atau 4 persen menjadi Rp43.827 per kg.

Sementara itu, minyak goreng kemasan sederhana turun Rp536 atau 2,84 persen menjadi Rp18.321 per liter. Minyak goreng Minyakita juga mengalami penurunan Rp199 atau 1,24 persen menjadi Rp15.815 per liter.

Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Minyak goreng curah naik Rp87 atau 0,43 persen menjadi Rp20.568 per kg.

Daging sapi paha belakang tercatat naik Rp766 atau 0,58 persen menjadi Rp132.984 per kg. Daging ayam kampung juga meningkat Rp229 atau 0,33 persen menjadi Rp69.970 per kg.

Telur ayam ras berada di level Rp25.075 per kg. Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat Rp37.924 per kg dan bawang merah Rp26.185 per kg. Bawang putih berada di harga Rp28.802 per kg.

Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat Rp15.137 per kg, sedangkan beras medium Rp12.876 per kg. Gula kristal putih berada di level Rp17.289 per kg.

Harga minyak goreng kemasan premium tercatat Rp21.996 per liter. Adapun garam bata berada di level Rp1.949, sementara garam halus Rp9.242 per kg.

Pada kelompok susu, susu kental manis merek Bendera ukuran 370 gram tercatat Rp12.348 per kemasan, sedangkan Indomilk ukuran sama Rp12.549. Susu bubuk Bendera ukuran 400 gram berada di harga Rp40.166 per kemasan dan Indomilk Rp41.200.

Harga gas elpiji tercatat Rp19.893. Sementara harga tersebut merupakan rata-rata di tingkat Jawa Timur sehingga harga yang ditemukan masyarakat dapat berbeda antara satu pasar dan pasar lainnya.

Perubahan harga kebutuhan pokok dapat dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain keseimbangan permintaan dan pasokan, kondisi cuaca, biaya produksi, kebijakan pemerintah, nilai tukar, inflasi, serta kelancaran distribusi.

Kondisi cuaca dan perubahan musim dapat memengaruhi produksi pertanian dan pasokan komoditas. Sementara kenaikan biaya bahan baku, pupuk, bahan bakar, tenaga kerja, maupun transportasi dapat turut meningkatkan biaya distribusi hingga berdampak pada harga di pasar.

Selain itu, gangguan rantai pasok, perubahan kebijakan impor, subsidi, pajak, dan regulasi juga dapat memengaruhi ketersediaan barang. Perubahan permintaan masyarakat turut menjadi faktor yang dapat menyebabkan harga bergerak naik atau turun.

Daftar harga tersebut dapat menjadi gambaran bagi masyarakat dalam menyusun kebutuhan belanja harian. Pemantauan harga secara berkala diperlukan karena nilai komoditas dapat berbeda berdasarkan lokasi pasar dan kondisi pasokan, sebagaimana diberitakan Detik, Sabtu (26/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *