Hunian Subsidi di Kemayoran Diserbu, Peminat Capai 1.100 Orang

JAKARTA – Minat masyarakat terhadap hunian subsidi di kawasan perkotaan terlihat tinggi. Proyek Samesta Alonia Kemayoran yang dikembangkan Perum Perumnas untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah menerima lebih dari 1.100 nomor urut pemesanan (NUP), meski jumlah unit yang akan dibangun hanya 609 unit.

Dari jumlah pendaftar tersebut, sekitar 450 calon pembeli telah melewati pemeriksaan awal perbankan. Tingginya permintaan itu menjadi salah satu gambaran kebutuhan masyarakat terhadap hunian terjangkau yang berada dekat dengan pusat aktivitas ekonomi dan transportasi publik.

Direktur Utama (Dirut) Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan Samesta Alonia Kemayoran merupakan salah satu proyek strategis perusahaan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal di kawasan perkotaan.

“Hari ini hunian baru telah lahir, yaitu Samesta Alonia. Filosofinya adalah menyediakan tempat tinggal yang nyaman, harmonis, dan penuh harapan bagi masyarakat,” kata Imelda dalam seremoni acara di Jakarta, Jumat (07/08/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (07/08/2026).

Proyek tersebut dibangun di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan tiga tipe unit. Hunian itu ditujukan bagi pembeli rumah pertama yang memenuhi ketentuan rumah subsidi, dengan batas penghasilan maksimal Rp12 juta per bulan untuk lajang dan Rp14 juta per bulan bagi masyarakat yang telah berkeluarga.

Imelda mengatakan harga unit Samesta Alonia berada pada kisaran Rp417 juta hingga Rp527 juta, mengikuti ketentuan terbaru Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan hasilnya lebih dari 1.100 calon pembeli telah mendaftar,” ujarnya.

Selain menawarkan harga yang disesuaikan dengan ketentuan hunian subsidi, proyek tersebut mengusung konsep hunian vertikal dengan sejumlah fasilitas pendukung. Samesta Alonia akan memiliki area komersial, ruang kerja bersama atau co-working space, taman bermain, ruang terbuka hijau, jalur khusus jogging, serta fasilitas ibadah.

Hunian tersebut juga dilengkapi sejumlah infrastruktur pendukung, antara lain sistem smart home, jaringan gas, dan jaringan listrik. Fasilitas itu dirancang agar penghuni memperoleh lingkungan tempat tinggal yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga memiliki kualitas dan kenyamanan yang memadai.

“Jadi dengan model pembangunan ini kami harap masyarakat bisa hidup lebih nyaman, dekat dengan segala macam transportasi publik dan pusat ekonomi,” katanya.

Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya menjawab persoalan keterbatasan lahan untuk penyediaan hunian terjangkau di kawasan perkotaan. Dengan memanfaatkan pembangunan secara vertikal, masyarakat berpenghasilan rendah tetap memiliki peluang mendapatkan tempat tinggal di wilayah yang memiliki akses terhadap pusat ekonomi dan layanan transportasi.

Pembangunan Samesta Alonia dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pemangku kepentingan, termasuk kementerian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta mitra kontraktor.

Menurut Imelda, proyek tersebut menggunakan skema kerja sama dengan kontraktor turnkey. Skema itu membuat pembangunan Samesta Alonia tidak menggunakan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Dengan model pembiayaan dan pembangunan tersebut, Perumnas berupaya menghadirkan hunian subsidi tanpa mengandalkan PMN. Proyek ini sekaligus diarahkan menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan hunian pertama di tengah kawasan perkotaan dengan akses fasilitas publik yang relatif dekat.

Tingginya jumlah NUP dibandingkan kapasitas 609 unit menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan hunian terjangkau di kawasan perkotaan. Perumnas berharap pembangunan Samesta Alonia dapat memberikan pilihan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat sekaligus memperkuat penyediaan hunian vertikal yang terintegrasi dengan aktivitas perkotaan. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *