IHSG Dibuka Merah ke 6.286, Saham MAPI Anjlok 2,55 Persen

JAKARTA – Tekanan jual pada sejumlah saham sektoral membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada awal perdagangan Jumat (14/08/2026). Hingga pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat melemah 0,26 persen atau 16,45 poin ke level 6.286,15, sementara pelaku pasar juga mencermati agenda pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Gedung MPR/DPR.

Pergerakan negatif IHSG pada awal sesi dipengaruhi pelemahan mayoritas indeks sektoral. Penurunan paling dalam tercatat pada sektor barang baku, energi, transportasi, barang konsumer nonprimer, dan keuangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip melalui RTI Business, sebanyak 217 saham berada di zona merah pada awal perdagangan. Sebanyak 193 saham lainnya menguat, sedangkan 227 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan aksi beli pada menit-menit awal perdagangan.

Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan saham BEI telah mencapai 1,10 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp298,20 miliar. Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar masih menanti sejumlah sentimen penting yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan selanjutnya.

Salah satu perhatian investor tertuju pada pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan berlangsung di Gedung MPR/DPR. Agenda tersebut menjadi salah satu momentum penting karena pemerintah akan menyampaikan gambaran kebijakan dan arah pembangunan nasional ke depan.

Di tengah kondisi pasar yang tertekan, sejumlah saham mengalami penurunan cukup signifikan. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tercatat menjadi salah satu saham dengan pelemahan terbesar, yakni 2,55 persen ke level Rp1.470 per saham.

Berikutnya, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 1,52 persen menjadi Rp650 per saham. Sementara saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 1,08 persen ke posisi Rp2.760 per saham.

Tekanan juga terlihat pada sejumlah saham lain. PT Indosat Tbk (ISAT) turun 2,43 persen menjadi Rp2.530 per saham. Kemudian, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terkoreksi 1 persen ke Rp5.050 per saham dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 0,99 persen menjadi Rp7.625 per saham.

Pelemahan berbagai saham tersebut memperlihatkan bahwa tekanan pasar tidak hanya terkonsentrasi pada satu sektor. Barang baku dan energi menjadi kelompok yang turut memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG pada awal perdagangan.

Selain sentimen domestik, pelaku pasar juga tetap memperhatikan perkembangan pasar saham global serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi keputusan investasi. Pergerakan saham berkapitalisasi besar menjadi perhatian karena perubahan harga pada kelompok saham tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap indeks secara keseluruhan.

Kondisi IHSG pada awal perdagangan Jumat ini menjadi gambaran awal mengenai respons investor terhadap berbagai sentimen yang berkembang. Pergerakan indeks selanjutnya akan sangat dipengaruhi perubahan tekanan jual dan beli serta respons pasar terhadap agenda ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Informasi mengenai kondisi perdagangan tersebut disampaikan sebagaimana diberitakan Kontan, Jumat, (14/08/2026), berdasarkan data BEI melalui RTI Business. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *