IHSG Dibuka Turun 0,52 Persen, Saham Big Caps Kompak Tertekan

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (09/07/2026) di zona merah dengan turun 30,78 poin atau 0,52 persen ke level 5.842,58. Pelemahan indeks dipicu koreksi sejumlah saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan energi, sementara sentimen geopolitik global masih membayangi pergerakan pasar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat bergerak di kisaran 5.841,98 hingga 5.870,64 sesaat setelah pembukaan perdagangan. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 169 saham menguat, 235 saham melemah, dan 216 saham bergerak stagnan. Adapun kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.247,33 triliun.

Tekanan terhadap IHSG berasal dari pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 2,53 persen menjadi Rp770 per saham. Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 1,78 persen ke level Rp3.320, disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang terkoreksi 1,62 persen menjadi Rp6.075 per saham.

Pelemahan juga terjadi pada saham PT Ekamas Fortuna Tbk. (MORA) yang turun 1,54 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 1,43 persen, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 1,20 persen.

Di sisi eksternal, pelaku pasar masih mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait berakhirnya gencatan senjata dengan Iran, yang kemudian diikuti serangan udara AS sebagai respons atas gangguan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz. Situasi tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia dan meningkatkan kehati-hatian investor.

Kepala Riset Ritel (Head of Retail Research) BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 1,89 persen dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing sekitar Rp674 miliar, sebagaimana diberitakan Bisnis, Kamis (09/07/2026).

“IHSG hari ini berpotensi melanjutkan koreksi ke level 5.850. Investor perlu berhati-hati jika indeks menembus ke bawah 5.850, karena koreksi bisa berlanjut lebih dalam ke rentang 5.650–5.800,” ujarnya dalam riset harian.

Menurut BNI Sekuritas, area support IHSG berada pada kisaran 5.750 hingga 5.850, sedangkan area resistance diperkirakan berada di rentang 5.900 hingga 5.950.

Pelemahan pasar saham domestik menunjukkan bahwa sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan IHSG. Investor diperkirakan akan terus mencermati perkembangan geopolitik global serta arus dana asing sebelum mengambil keputusan investasi. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *