IHSG Menguat 0,42 Persen ke Level 6.548,8 pada Sesi Pertama
JAKARTA – Sektor energi menjadi motor utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama Jumat (28/08/2026). Hingga pukul 11.30 WIB, IHSG naik 27,108 poin atau 0,42 persen ke level 6.548,858, di tengah aktivitas transaksi yang mencapai Rp7,79 triliun.
Penguatan indeks terjadi meski pergerakan sejumlah sektor masih bervariasi. Indeks sektor energi mencatat kenaikan tertinggi dengan penguatan 1 persen, disusul Indeks Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang naik 0,73 persen serta Indeks Sektor Keuangan yang menguat 0,66 persen.
Sektor Transportasi dan Logistik juga bergerak positif dengan kenaikan 0,42 persen. Sementara itu, sektor Properti dan Real Estate menguat 0,1 persen. Pergerakan sektor-sektor tersebut turut menopang IHSG yang bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menunjukkan pergerakan yang cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 21,62 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp7,79 triliun.
Sebanyak 330 saham mengalami kenaikan harga, sedangkan 277 saham melemah dan 179 saham bergerak tetap atau flat. Kondisi tersebut menunjukkan jumlah saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan saham yang mengalami penurunan.
Pada kelompok saham yang tergabung dalam Indeks LQ45, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 2,45 persen. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan kenaikan 1,95 persen, sementara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 1,6 persen.
Di sisi lain, tekanan jual masih terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar dalam LQ45. PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi saham dengan pelemahan terdalam setelah turun 3,83 persen. Selanjutnya, PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) melemah 2,63 persen dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun 2,28 persen.
Pergerakan sektoral juga memperlihatkan masih adanya tekanan pada beberapa kelompok saham. Indeks sektor kesehatan menjadi sektor dengan penurunan terdalam setelah melemah 0,8 persen pada sesi pertama.
Pelemahan juga dialami sektor perindustrian yang turun 0,5 persen, sektor barang baku yang melemah 0,41 persen, serta sektor teknologi yang terkoreksi 0,25 persen. Sektor infrastruktur turut turun 0,06 persen, sedangkan sektor barang konsumen primer melemah tipis 0,02 persen.
Data perdagangan tersebut menunjukkan arah pasar masih ditopang oleh minat beli pada saham-saham tertentu, terutama dari sektor energi, keuangan, dan barang konsumen non-primer. Dominasi saham yang menguat juga menjadi salah satu faktor yang menjaga IHSG tetap berada di zona positif sepanjang sesi pertama.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar menjelang perdagangan sesi kedua, terutama untuk melihat apakah penguatan yang dipimpin sektor energi dapat dipertahankan hingga penutupan pasar. Data pergerakan IHSG tersebut sebagaimana dilansir Kontan, Jumat (28/08/2026).
Dengan masih beragamnya pergerakan antar sektor, arah perdagangan selanjutnya akan bergantung pada kekuatan minat beli investor terhadap saham-saham unggulan serta kemampuan sektor-sektor utama mempertahankan penguatan. []
Redaksi01
