Investasi Jateng Tembus Rp23 Triliun, Pemprov Gaspol Bangun Kawasan Industri
SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mempercepat pengembangan kawasan industri baru guna menjaga tren pertumbuhan investasi yang terus meningkat sepanjang 2026. Langkah tersebut diperkuat melalui pelaksanaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Grande 2026 yang menjadi ajang promosi investasi sekaligus penguatan ekonomi daerah.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menilai posisi strategis Jateng memiliki kontribusi besar dalam peta investasi nasional. Menurutnya, sektor realisasi investasi mampu menyumbang sekitar 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga perlu dijaga melalui pengembangan kawasan industri dan iklim investasi yang kompetitif.
“Saya mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah menyiapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru,” ungkap Todotua di Semarang, Senin (11/05/2026).
Ia mengatakan wilayah Jateng yang luas membutuhkan lebih banyak kawasan industri untuk mengoptimalkan potensi investasi di berbagai daerah. Menurutnya, penguatan sektor hilirisasi dan pembangunan kawasan ekonomi baru akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, memaparkan pertumbuhan ekonomi provinsi pada Kuartal I 2026 mencapai 5,89 persen atau melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen. Sementara itu, realisasi investasi pada triwulan pertama tahun ini tercatat mencapai Rp23 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 95 ribu orang.
“Para Bupati/Walikota yang hadir harus jadi marketing yang terdepan menjual wilayahnya agar banyak yang berinvestasi,” tegas Luthfi.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menjadi faktor penting dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pemprov Jateng juga mendorong daerah untuk aktif mempromosikan potensi industri unggulan masing-masing kepada investor nasional maupun internasional.
“Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat iklim investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah,” katanya, sebagaimana dilansir Tabloid Elemen, Senin, (11/05/2026).
CJIBF 2026 sendiri menghadirkan sejumlah agenda strategis, mulai dari pameran produk UMKM, business matching, hingga kunjungan langsung ke sejumlah lokasi investasi di Jateng. Forum tersebut diharapkan mampu mempertemukan investor dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam memperluas peluang kerja sama bisnis.
Melalui pengembangan kawasan industri dan forum investasi tersebut, Pemprov Jateng optimistis mampu memperkuat daya saing daerah, menarik lebih banyak investasi baru, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. []
Penulis: Badar Noor | Penyunting: Redaksi01
