Investasi UMKM Jawa Tengah Tembus 20 Persen, Sektor Mikro Makin Kuat

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"resize":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

SEMARANG – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah (Jateng) kembali memperlihatkan peran besarnya dalam menopang perekonomian daerah. Sepanjang 2025, sektor usaha mikro dan kecil tercatat menyumbang lebih dari 20 persen terhadap total realisasi investasi di Jateng atau sekitar Rp22 triliun dari total investasi sebesar Rp110 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, menilai capaian tersebut menunjukkan ketahanan UMKM dalam menghadapi tekanan ekonomi, termasuk saat pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu.

Menurut Sakina, kontribusi UMKM tidak hanya terlihat dari sisi investasi, tetapi juga dari penyebaran sektor usaha yang beragam, mulai pangan, ritel, hingga handycraft. Kondisi itu dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

“UMKM terbukti tetap stabil bahkan saat pandemi Covid-19 ketika ekonomi sempat terpuruk,” ujar Sakina, sebagaimana diberitakan RRI, Senin (12/05/2026).

Ia berharap nilai investasi sektor UMKM pada 2026 dapat terus meningkat seiring penguatan kapasitas pelaku usaha kecil di Jateng. Upaya tersebut juga didorong melalui berbagai kegiatan promosi dan pengembangan usaha.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui gelaran UMKM Grande yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jateng di Atrium Pollux Mall Paragon, Semarang, pada 7-11 Mei 2026. Kegiatan itu menghadirkan UMKM unggulan binaan BI Jateng dengan mengusung tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jateng, Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen, turut meninjau sejumlah stan pameran serta mencoba alat ukir kayu milik peserta UMKM.

Kegiatan tersebut juga membawa semangat GReen, KerakyatAN, Digital, dan Export sebagai arah pengembangan UMKM ke depan. Konsep itu menekankan pentingnya keberlanjutan usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta kesiapan pelaku UMKM menembus pasar internasional.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya kunjungan selama pameran berlangsung. Salah seorang pengunjung, Asnawi Hasan, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti workshop tanaman yang digelar di sela kegiatan.

Ia menilai pelaksanaan pameran di pusat perbelanjaan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat produk UMKM sekaligus memperoleh edukasi tambahan melalui berbagai workshop yang disediakan.

Pemerintah berharap penguatan sektor UMKM dapat terus meningkatkan investasi daerah sekaligus memperluas lapangan kerja dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Jateng. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *