Kadispora Kutim Ungkap Potensi Besar Atlet Panjat Tebing

0
6240296381549580513

Kadispora Kutim, Basuki Isnawan, menilai ketersediaan fasilitas panjat tebing dan pembinaan berkelanjutan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing atlet lokal sekaligus menjaga regenerasi atlet daerah.

ADVERTORIAL – Ketersediaan sarana dan prasarana panjat tebing di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), dinilai menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing atlet lokal di tingkat nasional. Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, optimistis dukungan fasilitas yang memadai dan pembinaan berkelanjutan dapat memperkuat prestasi sekaligus menjaga regenerasi atlet daerah.

Basuki menyampaikan hal tersebut seusai membuka Konferensi Daerah (Konferda) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kaltim di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Kutim, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, fasilitas olahraga yang tersedia merupakan salah satu faktor pendukung dalam mengembangkan kemampuan atlet. Khusus pada cabang olahraga panjat tebing, ia menilai Kutim memiliki potensi besar untuk terus menghasilkan atlet yang mampu bersaing pada berbagai kejuaraan.

“Artinya apa? Kita panjat tebing punya sarana-prasarana yang luar biasa,” ujar Basuki.

Ia menyebut kemampuan sejumlah atlet panjat tebing Kutim mengikuti persaingan di tingkat nasional menjadi salah satu indikator perkembangan olahraga daerah. Capaian tersebut dinilainya menunjukkan bahwa pembinaan atlet muda telah berjalan ke arah yang positif.

“Pembinaan kita on the track. Pembinaan muda kita betul jalan dengan baik,” katanya.

Meski demikian, Basuki menekankan bahwa keberadaan fasilitas olahraga perlu diimbangi dengan pembinaan atlet secara konsisten. Menurutnya, sarana yang tersedia harus dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan atlet sejak usia dini agar potensi olahraga daerah terus meningkat.

Pembinaan tersebut juga dinilai penting untuk memastikan Kutim memiliki atlet penerus yang siap menghadapi berbagai kompetisi dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

“Lima sampai sepuluh tahun yang akan datang kita enggak akan kehabisan atlet-atlet panjat tebing,” tuturnya.

Selain memperkuat pembinaan panjat tebing, Basuki menginginkan pengembangan atlet usia dini dilakukan pada seluruh cabang olahraga (cabor). Langkah tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak lokal untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.

“Saya juga ingin terus lakukan dengan pada semua cabor, pembinaan usia dini itu penting,” ujarnya.

Basuki menilai keberhasilan pengembangan olahraga daerah tidak cukup hanya dilihat dari pencapaian prestasi pada satu kejuaraan. Kesinambungan pembinaan juga menjadi faktor penting agar daerah tidak mengalami kekurangan atlet potensial pada masa mendatang.

Karena itu, pemanfaatan fasilitas olahraga dan pembinaan usia dini perlu berjalan beriringan untuk menciptakan regenerasi atlet yang berkesinambungan.

Dengan dukungan sarana olahraga dan pembinaan yang konsisten, Dispora Kutim berharap potensi atlet lokal terus berkembang sehingga mampu memperkuat daya saing daerah dalam berbagai kompetisi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan prestasi olahraga pada masa mendatang. []

Penulis: Suryono | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *