Stok 13.000 Ton, Bulog Jamin Kebutuhan Beras Bali Terpenuhi
DENPASAR – Ketersediaan cadangan beras di Provinsi Bali dipastikan dalam kondisi aman hingga empat bulan ke depan, setelah seluruh gudang milik Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Bali terisi penuh. Kondisi ini menjadi indikator kuat kesiapan pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah tersebut.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Bali, Muhamad Anwar, menyatakan total stok beras yang dikuasai saat ini mencapai 13.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali dalam jangka menengah, sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.
“Saat ini, kompleks gudang Bulog Bali, yang berada di masing-masing kabupaten di Provinsi Bali sudah terisi penuh,” kata Anwar sebagaimana dilansir Antara, Senin (21/04/2026).
Ia menegaskan, keterisian gudang yang optimal mencerminkan keberhasilan penugasan pemerintah dalam menyerap hasil produksi gabah dan beras dalam negeri. Selain itu, kondisi ini juga menunjukkan peran aktif negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Ini menunjukkan kesiapan stok yang sangat baik untuk mendukung kebutuhan masyarakat, serta memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional,” ujar Anwar.
Secara nasional, Bulog mendapat target penyerapan sebesar 4 juta ton setara beras pada 2026. Penyerapan dilakukan melalui pola jemput bola dengan turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi, serta bekerja sama dengan mitra di berbagai daerah.
“Dengan target penyerapan (nasional), yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 4 juta ton setara beras (seluruh Indonesia) kegiatan penyerapan ini dilaksanakan langsung oleh jajaran kanwil dan kantor cabang Bulog melalui pola jemput bola, turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi serta melalui mitra kerja di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.
Di Bali, Bulog ditugaskan menyerap 3.786 ton setara beras. Hingga saat ini, realisasi penyerapan telah mencapai 3.419 ton atau sekitar 92,4 persen dari target yang ditetapkan.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik bahwa cadangan pangan nasional dikelola secara baik serta siap didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
Sementara itu, secara nasional stok beras yang dikuasai Bulog mencapai 4.881.105 ton setara beras. Untuk mengakomodasi peningkatan volume tersebut, Bulog mengoptimalkan 1.540 unit gudang dengan kapasitas riil 3.061.484 ton, serta menambah kapasitas melalui gudang pinjam pakai, sewa mandiri, dan jasa pergudangan.
Dengan kondisi stok yang melimpah dan distribusi yang terus diperkuat, pemerintah berharap stabilitas pangan tetap terjaga serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa gangguan dalam beberapa bulan ke depan. []
Penulis: Ni Putu Putri Muliantari | Penyunting: Redaksi01
