Kementerian PKP Ungkap Progres Rusun MBR di IKN Sudah 88,22 Persen
PENAJAM PASER UTARA – Pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (rusun MBR) di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini memasuki tahap akhir setelah progres fisiknya mencapai 88,22 persen. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan seluruh pekerjaan fisik hunian tersebut rampung pada akhir 2026.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengatakan capaian tersebut menunjukkan pembangunan rusun untuk MBR di kawasan IKN terus bergerak sesuai target yang ditetapkan.
“Di IKN juga kita ada (pembangunan untuk) MBR, masyarakat berpenghasilan rendah, saat ini fisiknya sudah 88,22 persen,” kata Sri seusai rapat kerja bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta, Kamis (24/09/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Kamis, (24/09/2026).
Sri memastikan Kementerian PKP masih optimistis pembangunan hunian tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal hingga penghujung tahun.
“Untuk rusun ini kami yakin di akhir tahun akan sesuai dengan target, terselesaikan semua,” ujarnya.
Rusun MBR tersebut berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). Hunian itu diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak pembangunan IKN.
Berdasarkan data Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan II Kementerian PKP, bangunan tersebut terdiri atas satu menara empat lantai dengan kapasitas 65 unit hunian tipe 36. Rusun juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung untuk menunjang kebutuhan penghuni.
Pembangunan rusun MBR IKN memiliki pagu anggaran sebesar Rp104,03 miliar. Perkembangan pekerjaan menunjukkan kenaikan signifikan sepanjang 2026.
Pada 29 Januari 2026, progres fisik pembangunan baru mencapai 22,22 persen dengan pekerjaan masih berfokus pada struktur bangunan. Kemudian pada 15 Juli 2026, progres meningkat menjadi 69,204 persen dan tercatat mengalami deviasi positif terhadap rencana pelaksanaan.
Dengan capaian 88,22 persen pada September, progres pembangunan bertambah sekitar 19 poin persentase dibandingkan posisi pertengahan Juli. Kenaikan tersebut membuat proyek hunian MBR semakin dekat dengan target penyelesaian pada akhir tahun.
Selain hunian untuk MBR, pembangunan rumah susun bagi personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) di IKN juga telah mencapai penyelesaian fisik sepenuhnya.
“Hunian TNI itu sudah selesai fisik 100 persen, kemudian realisasi keuangannya 99 persen,” ungkap Sri.
Penyediaan hunian menjadi bagian dari pembangunan kawasan IKN untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi aparatur dan masyarakat. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) juga mengembangkan penyediaan hunian melalui pembangunan langsung maupun kerja sama pemerintah dengan badan usaha.
Pada Februari 2026, OIKN mengumumkan proses prakualifikasi pembangunan delapan menara hunian vertikal bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Kementerian PKP menempatkan pembangunan rusun MBR sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap hunian layak, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perkotaan dan kawasan yang mengalami perkembangan pembangunan. Dengan progres yang telah mencapai 88,22 persen, proyek rusun MBR IKN kini diarahkan untuk memenuhi target penyelesaian pada akhir 2026. []
Redaksi01
