Kemudahan Ibadah Jemaah Haji RI, Hotel Hanya Selangkah dari Masjid Nabawi

MADINAH – Pemerintah memastikan kenyamanan jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah dengan menempatkan seluruh akomodasi di kawasan strategis Markaziyah, yang berjarak dekat dengan Masjid Nabawi, pada musim haji 2026.

Kebijakan ini menjadi langkah penting untuk memudahkan mobilitas jemaah dalam menjalankan ibadah, sekaligus meningkatkan kualitas layanan haji secara menyeluruh, terutama dari sisi akses, jarak, dan fasilitas penginapan.

Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Zaenal Muttaqin, menyampaikan bahwa total 118 hotel telah disiapkan untuk menampung jemaah Indonesia di kawasan tersebut.

“Kawasan Markaziyah terdiri dari Syamaliah, Ghorbiah, dan Janubiah,” ujar Zaenal, sebagaimana dilansir J5newsroom, Selasa (21/04/2026).

Ia menjelaskan, distribusi hotel dibagi dalam lima sektor layanan. Kawasan Syamaliah mencakup Sektor 1 dan 2 dengan total 45 hotel, Ghorbiah meliputi Sektor 3 dan 4 dengan 50 hotel, serta Janubiah berada di Sektor 5 dengan 22 hotel.

Penempatan di kawasan Markaziyah dinilai strategis karena lokasinya berada di dalam Ring Road dan dekat dengan Masjid Nabawi, sehingga menjadi incaran banyak negara dalam penyelenggaraan haji.

Dari sisi jarak, hotel-hotel yang digunakan memiliki akses yang relatif dekat. Jarak terdekat hanya sekitar 50 meter dari kompleks Masjid Nabawi, sementara jarak terjauh mencapai 700 meter, dengan rata-rata sekitar 500 meter.

Kondisi ini memberikan kemudahan bagi jemaah untuk menjalankan ibadah, termasuk ibadah sunah Arba’in, yakni salat berjamaah sebanyak 40 waktu secara berturut-turut selama berada di Madinah.

Namun demikian, pengaturan kamar dilakukan secara fleksibel menyesuaikan kapasitas hotel. Hal ini membuat jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter) tidak selalu menginap di lokasi yang sama.

“Kami upayakan jemaah tetap berada dalam satu rombongan dan lokasi hotel berdekatan, meskipun harus terpisah. Ini untuk menghindari kamar kosong yang bisa berdampak pada kerugian negara,” ujarnya.

Dari sisi fasilitas, pemerintah memastikan standar layanan tetap merata meskipun terdapat variasi kelas hotel. Sebagian jemaah bahkan berkesempatan menempati hotel dengan standar setara bintang empat hingga lima.

Setiap kamar diisi oleh tiga hingga lima orang, disesuaikan dengan kapasitas tempat tidur yang tersedia. Fasilitas kamar, termasuk tempat tidur dan kamar mandi, dipastikan memenuhi standar kenyamanan bagi jemaah.

Selain akomodasi, layanan pendukung seperti konsumsi, transportasi, hingga agenda ziarah juga disiapkan secara merata untuk seluruh jemaah.

Zaenal menegaskan bahwa optimalisasi layanan akomodasi menjadi kunci dalam mendukung kelancaran ibadah haji, sehingga jemaah dapat lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah tanpa kendala berarti.

Dengan penempatan strategis ini, pemerintah berharap kualitas penyelenggaraan haji terus meningkat dan memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *