Laba UBS dan Santander Melonjak, Sinyal Kuat Ekonomi Global

JAKARTA – Kinerja kuat bank-bank besar Eropa pada kuartal pertama 2026 menjadi indikator awal stabilitas sistem keuangan global, setelah dua raksasa perbankan, UBS dan Santander, mencatatkan laba di atas ekspektasi pasar di tengah dinamika ekonomi internasional.

Lonjakan laba tersebut memperkuat optimisme investor menjelang rangkaian rilis earnings perusahaan teknologi besar dan keputusan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat pada pekan yang sama. Data ini sekaligus menjadi tolok ukur awal terhadap ketahanan sektor keuangan global.

UBS melaporkan laba bersih sebesar 3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada kuartal I 2026, meningkat 80 persen secara tahunan dan melampaui konsensus sebesar 2,42 miliar dolar AS. Kinerja ini ditopang oleh penguatan divisi wealth management, asset management, serta aktivitas trading yang meningkat seiring volatilitas pasar.

Selain itu, UBS menegaskan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai 3 miliar dolar AS yang ditargetkan rampung pada akhir kuartal II 2026. Manajemen juga menyampaikan bahwa proses integrasi dengan Credit Suisse berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada akhir 2026, dengan harapan meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan jangka panjang.

Sementara itu, Santander mencatat laba bersih atribusi sebesar 5,5 miliar euro pada periode yang sama, melonjak 60 persen secara tahunan. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan kredit (lending) dan tambahan keuntungan sebesar 1,9 miliar euro dari penjualan unit usaha di Polandia.

Di luar dampak merger and acquisition (M&A), Santander membukukan underlying profit sebesar 3,6 miliar euro atau naik 12 persen. Pendapatan bunga bersih tumbuh 4 persen, sedangkan pendapatan berbasis biaya (fee) meningkat 6 persen.

Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan, dengan total beban turun 3 persen berkat program transformasi internal ONE Transformation. Rasio efisiensi membaik menjadi 42,8 persen, turun tiga poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, pendapatan Santander pada kuartal I mencapai 15,1 miliar euro atau meningkat 4 persen secara tahunan, mencerminkan pertumbuhan yang konsisten di tengah tekanan ekonomi global.

Kinerja positif kedua bank tersebut memperkuat sentimen pasar terhadap sektor perbankan global. Hasil ini kerap dijadikan indikator awal untuk membaca prospek bank-bank besar lainnya, khususnya di Amerika Serikat, sebagaimana dilansir Gotrade News, Rabu, (29/04/2026).

Dengan tren pertumbuhan yang solid ini, sektor perbankan dinilai masih memiliki ruang untuk berkembang, meskipun tetap menghadapi tantangan dari ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter global ke depan. []

Penulis: Rendy Andriyanto | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *