Libur Panjang, Penumpang KAI Daop 9 Jember Melonjak

JEMBER – Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur panjang Hari Buruh Internasional 2026 membuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menambah perjalanan kereta serta mengantisipasi keterbatasan tiket akibat tingginya permintaan.

KAI Daop 9 Jember mencatat peningkatan jumlah penumpang dalam periode libur tersebut, dengan rata-rata keberangkatan harian mencapai 10.500 hingga 10.800 orang atau naik sekitar 5–7 persen dibandingkan periode sebelumnya. Puncak pergerakan terjadi pada Kamis (30/04/2026) dengan total sekitar 22 ribu penumpang naik dan turun, serta pada Jumat (01/05/2026) sebanyak 10.239 penumpang berangkat dan 10.202 penumpang datang.

Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, KAI Daop 9 mengoperasikan 24 perjalanan kereta api reguler dan menambah dua perjalanan Kereta Api (KA) Mutiara Timur fakultatif relasi Ketapang–Surabaya Gubeng.

Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menyebut tren peningkatan penumpang masih berpotensi berlanjut hingga akhir masa libur panjang.

“Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan penjualan tiket yang masih berlangsung hingga akhir masa libur panjang,” ujar Cahyo, sebagaimana dilansir Kilasjatim, Jumat (01/05/2026).

Tingginya permintaan berdampak pada ketersediaan tiket yang semakin terbatas. Hingga saat ini, sisa kursi untuk seluruh relasi di wilayah Daop 9 diperkirakan hanya sekitar 3.900 tempat duduk.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya dalam menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama selama libur panjang ini,” kata Cahyo.

KAI mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi resmi maupun kanal penjualan lainnya guna memastikan ketersediaan kursi, sekaligus menghindari kepadatan pada waktu keberangkatan.

Di tengah lonjakan mobilitas tersebut, KAI menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan agar tetap aman, nyaman, dan tepat waktu, sehingga kebutuhan transportasi masyarakat selama libur panjang dapat terpenuhi secara optimal. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *