Menperin Dorong Cimory Produksi Keju Khas Indonesia dan Es Krim

0
Menperin Dorong Cimory Produksi Keju Khas Indonesia dan Es Krim

JAKARTA – Diversifikasi produk olahan susu dinilai dapat menjadi peluang bagi industri pengolahan dalam negeri untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi. Menteri Perindustrian Sarmuji mendorong PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) mengembangkan produk turunan, termasuk keju dengan cita rasa Indonesia dan es krim.

Dorongan tersebut disampaikan Sarmuji saat mengunjungi fasilitas produksi Cimory di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). Menurut dia, pengembangan produk yang sesuai dengan selera konsumen lokal berpotensi membuka peluang bisnis baru di pasar domestik.

“Kami challenge, kami tantang, bagaimana kalau Cimory memproduksi lebih banyak turunan produk-produk susu. Misalkan, Cimory belum memproduksi es krim, belum memproduksi keju,” ujar Sarmuji sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis, (22/10/2026).

Sarmuji menilai, keju dengan karakter rasa yang lebih sesuai dengan kebiasaan kuliner masyarakat Indonesia dapat menarik minat konsumen lebih luas. Ia menceritakan pengalamannya membawa keju khas Belanda sebagai oleh-oleh untuk keluarga, tetapi rasanya tidak sesuai ketika digunakan dalam masakan.

“Tetapi kalau bisa dibuat keju ala Indonesia, mungkin itu akan lebih banyak diminati dan pasarnya sangat terbuka di Indonesia. Belum produk-produk yang lain yang mungkin juga bisa diproduksi oleh Cimory,” kata dia.

Selain memperluas variasi produk, pemerintah melihat pengembangan produk turunan susu sebagai salah satu cara mengoptimalkan kapasitas industri yang telah tersedia. Sarmuji menyebut tingkat utilisasi industri di Indonesia masih mendekati 70 persen.

Ia memperkirakan, peningkatan pemanfaatan kapasitas produksi hingga 80–85 persen dapat memperbesar kontribusi sektor industri terhadap produk domestik bruto (PDB), tanpa harus semata-mata mengandalkan penambahan fasilitas produksi baru.

“Kalau kita bisa maksimalkan utilisasi industri itu misalkan sampai 80 persen hingga 85 persen dengan yang ada saja, itu bisa meningkatkan kontribusi industri ke PDB (Pendapatan Domestik Bruto) lebih signifikan lagi,” jelas Sarmuji.

Menanggapi dorongan tersebut, Direktur Manufaktur PT Cisarua Mountain Dairy Tbk Pamungkas Bayu Triprasetyo menyatakan perusahaan akan terus mengembangkan inovasi dan mengkaji peluang produk olahan susu lainnya. Ia menegaskan, pengembangan usaha tidak akan terbatas pada produk susu cair.

“Kalau Cimory sendiri mungkin Bapak Ibu sudah melihat sendiri bahwa banyak inovasi yang dilakukan oleh Cimory. Pasti tantangan-tantangan inovasi akan kita jalankan karena kita juga tidak akan bergerak hanya dengan susu liquid saja,” ungkap Pamungkas.

Pamungkas menambahkan, perusahaan akan terus mengkaji berbagai produk turunan susu yang berpotensi dikembangkan di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan konsumen sekaligus mendukung pertumbuhan industri pengolahan susu nasional. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *