Persiapan MTQH ke-46 Capai 80 Persen, Tim Provinsi Segera Tinjau Lokasi

0
IMG-20261022-WA0061

Sekda Kukar Sunggono.

Persiapan konseptual MTQH ke-46 tingkat Kaltim di Kukar telah melampaui 80 persen, sementara tim LPTQ provinsi dijadwalkan meninjau kesiapan lapangan sebelum penyelenggaraan pada Desember 2026.

ADVERTORIAL – Persiapan konseptual penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencapai lebih dari 80 persen. Untuk memastikan kesiapan sebagai tuan rumah, tim Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kaltim dijadwalkan melakukan peninjauan lapangan pada 4 November 2026, menjelang pelaksanaan kegiatan yang direncanakan berlangsung pada 3–12 Desember 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sungono, mengatakan peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut audiensi antara pengurus dan panitia MTQH Kukar dengan LPTQ Kaltim. Pertemuan itu membahas perkembangan persiapan sekaligus memastikan kesesuaian rencana penyelenggaraan dengan kondisi di lapangan.

“Kemarin saya mendapatkan kesempatan bersama pengurus dan panitia MTQH untuk memaparkan persiapan di hadapan pengurus LPTQ Provinsi, Kanwil, beberapa dewan hakim, dewan juri, dan beberapa pihak terkait lainnya,” ucap Sungono kepada awak media di Tenggarong, Kamis (22/10/2026).

Dalam audiensi tersebut, panitia memaparkan sejumlah aspek persiapan penyelenggaraan kepada jajaran LPTQ Kaltim, perwakilan kantor wilayah (Kanwil), dewan hakim, dewan juri, serta pihak terkait lainnya.

Menurut Sungono, peninjauan lapangan diperlukan untuk memverifikasi kesiapan yang telah dilaporkan panitia, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penyelenggaraan yang masih memerlukan penyempurnaan.

“Poin penting dari audiensi itu adalah pada tanggal 4 nanti, tim LPTQ Provinsi yang juga terlibat dalam panitia akan melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan apakah yang sudah kami laporkan dan presentasikan itu sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” jelasnya.

Sungono menyebutkan, pemaparan persiapan penyelenggaraan mendapat respons yang relatif terbatas dari jajaran LPTQ dan panitia tingkat provinsi. Meski demikian, evaluasi lapangan tetap diperlukan sebelum seluruh tahapan persiapan dilanjutkan.

“Alhamdulillah, dari presentasi kemarin tidak banyak tanggapan dari panitia provinsi maupun LPTQ Provinsi,” ungkapnya.

Terkait perkembangan persiapan, Sungono mengungkapkan bahwa perencanaan konseptual penyelenggaraan telah melampaui 80 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan persiapan panitia menjelang pelaksanaan MTQH.

“Kalau persiapan konseptual itu sudah di atas 80 persen,” kata Sungono.

Namun, ia menegaskan bahwa capaian tersebut belum mencerminkan keseluruhan kesiapan penyelenggaraan. Persiapan fisik masih harus dilaksanakan secara bertahap sesuai jadwal dan kebutuhan kegiatan.

“Fisiknya kan tidak bisa kita kerjakan juga sekarang. Intinya, persiapan fisik, kemudian kegiatan seremonial, terus kita rencanakan dan kita upayakan bisa sesuai dengan apa yang kita inginkan,” jelasnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar bersama LPTQ dan panitia pelaksana terus mematangkan koordinasi, terutama untuk menyelaraskan perencanaan dengan pelaksanaan teknis di lapangan.

Selain kesiapan fisik, panitia juga mempersiapkan rangkaian kegiatan, termasuk penerimaan peserta, proses pendaftaran, dan agenda seremonial yang menjadi bagian dari penyelenggaraan MTQH tingkat provinsi.

Sungono menjelaskan, berdasarkan rencana sementara, penyelenggaraan MTQH ke-46 akan dimulai pada 3 Desember 2026 dan diperkirakan berakhir sekitar 12 Desember 2026.

“Pelaksanaan insyaallah mulai tanggal 3 dan mungkin berakhir sekitar tanggal 12 Desember. Tanggal 3 itu baru kedatangan, kemudian pendaftaran,” ujarnya.

Dengan jadwal tersebut, panitia memiliki waktu untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan persiapan sebelum peserta dari daerah-daerah di Kaltim mengikuti rangkaian kegiatan.

Peninjauan tim LPTQ Kaltim diharapkan dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai kesiapan penyelenggaraan, terutama aspek teknis dan fisik yang belum sepenuhnya terealisasi.

Hasil evaluasi tersebut selanjutnya diharapkan menjadi dasar bagi Pemkab Kukar dan panitia untuk menyempurnakan persiapan sehingga pelaksanaan MTQH ke-46 dapat berlangsung sesuai rencana.

“Kita rencanakan dan kita upayakan bisa sesuai dengan apa yang kita inginkan,” pungkasnya. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *