Menuju Porprov VIII Kaltim, Dispora Kukar Perkuat Mental Atlet Hapkido
Pembukaan Kegiatan pelatihan pembentukan karakter (character building) bagi atlet cabang olahraga Hapkido di Hotel Grand Fatma Tenggarong, Minggu (18/10/2026).
Dispora Kukar membekali lebih dari 40 atlet dan pelatih Hapkido dengan pelatihan pembentukan karakter guna meningkatkan kesiapan mental, kedisiplinan, dan daya saing menjelang Porprov VIII Kaltim di Kabupaten Paser.
ADVERTORIAL – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar pelatihan pembentukan karakter (character building) bagi atlet Hapkido sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Paser. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapan mental atlet untuk mendukung pencapaian target prestasi pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Pelatihan yang berlangsung di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, Minggu (18/10/2026), diikuti lebih dari 40 peserta yang terdiri atas atlet dan pelatih. Pembekalan difokuskan pada peningkatan kepercayaan diri, pengendalian emosi, kedisiplinan, dan kemampuan menghadapi tekanan pertandingan.
Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan pembentukan karakter merupakan bagian penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi persaingan, terutama untuk mencapai target prestasi yang telah ditetapkan.
“Pelatihan character building ini penting dilakukan dalam rangka persiapan dan penguatan untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Kita memiliki target yang cukup tinggi pada ajang multievent mendatang,” ucap Ali.
Menurut Ali, kesiapan atlet tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan fisik dan penguasaan teknik. Ketangguhan mental, kepercayaan diri, serta kemampuan mengendalikan emosi juga diperlukan agar atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik ketika menghadapi tekanan pertandingan.
“Fisik boleh sudah ditempa, teknik boleh sudah diterapkan. Namun, kalau mental dan kepercayaan diri atlet tidak dipersiapkan dengan baik, hasilnya tentu belum tentu maksimal,” tegasnya.
Melalui pelatihan tersebut, Dispora Kukar berupaya membangun keseimbangan antara kemampuan fisik, teknik, dan mental atlet Hapkido. Ketiga aspek tersebut dinilai saling berkaitan dalam menunjang konsentrasi, ketepatan pengambilan keputusan, serta kemampuan mengendalikan rasa gugup saat bertanding.
Selain memperkuat mental, pelatihan diarahkan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas, dan kerendahan hati. Atlet diharapkan mampu menyikapi kemenangan secara bijak sekaligus menjadikan kekalahan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.
Ali meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan latihan maupun pertandingan.
“Pesan kami kepada para peserta, ikuti kegiatan ini dengan serius, tekun, dan penuh semangat. Ini menjadi salah satu bekal penting bagi atlet untuk meraih prestasi,” katanya.
Ia menegaskan, pembinaan olahraga perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan pengembangan karakter atlet, bukan semata-mata peningkatan kemampuan bertanding.
Menurutnya, penguatan mental menjadi salah satu kebutuhan penting dalam cabang olahraga bela diri seperti Hapkido. Atlet tidak hanya dituntut menguasai teknik dan memiliki kondisi fisik prima, tetapi juga harus mampu menjaga ketenangan serta konsentrasi ketika menghadapi lawan.
Ali mengungkapkan, pelatihan pembentukan karakter idealnya diberikan kepada seluruh cabang olahraga. Namun, pelaksanaannya masih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan skala prioritas pembinaan.
“Kalau berbicara ideal, pelatihan seperti ini seharusnya dilaksanakan oleh seluruh cabang olahraga. Namun, saat ini kita melihat kebutuhan dan menentukan cabang-cabang yang menjadi prioritas,” jelasnya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dispora Kukar menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dalam memberikan pembekalan mengenai kesiapan psikologis dan penguatan mental atlet.
Materi pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam program pembinaan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan menjelang Porprov VIII Kaltim, tetapi juga dalam pengembangan kemampuan atlet pada masa mendatang.
Selain pembentukan karakter, Dispora Kukar berupaya mendukung persiapan atlet melalui pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga yang tersedia. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk menunjang latihan maupun pemusatan latihan (training center/TC) sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Ali mengatakan peningkatan prestasi membutuhkan kerja sama antara atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, dan pemerintah daerah. Komunikasi serta evaluasi secara berkelanjutan diperlukan agar program pembinaan berjalan efektif.
“Kalau atlet dan pelatih membutuhkan sarana untuk latihan maupun penerapan ilmu yang diperoleh, kita akan berupaya memfasilitasi sesuai dengan sarana dan prasarana yang tersedia,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh atlet dan pelatih dapat memanfaatkan berbagai program pembinaan secara maksimal. Persiapan menghadapi Porprov VIII Kaltim harus diiringi kedisiplinan, kerja keras, dan komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan.
Melalui pelatihan pembentukan karakter tersebut, Dispora Kukar berharap atlet Hapkido semakin siap menghadapi persaingan di Porprov VIII Kaltim. Penguatan fisik, teknik, dan mental diharapkan menjadi modal bagi atlet untuk meningkatkan daya saing, meraih prestasi, serta mengharumkan nama Kukar di tingkat provinsi. []
Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum
