Minat STEM Rendah, Pertamina Perkuat Edukasi Energi untuk Pelajar
JAKARTA – Penguatan literasi energi dan penguasaan science, technology, engineering, and mathematics (STEM) menjadi fokus kolaborasi PT Pertamina (Persero) bersama ASRI Energi Edukasi melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB) yang digelar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 40 Jakarta. Program ini diarahkan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap transisi energi sekaligus menyiapkan kapasitas pelajar menghadapi perubahan sektor energi masa depan.
Kegiatan edukasi tersebut digelar pada Senin (11/05/2026) sebagai bagian dari strategi penguatan pemahaman energi berkelanjutan di lingkungan pendidikan. Selain mengenalkan isu transisi energi, program itu juga mendorong peningkatan minat pelajar terhadap bidang STEM yang dinilai penting dalam pengembangan sektor energi nasional.
Vice President (VP) Corporate Social Responsibility (CSR) & Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) Management Pertamina Rudi Ariffianto mengatakan, rendahnya minat pelajar Indonesia terhadap STEM menjadi salah satu latar belakang penguatan edukasi sejak dini. “Transisi energi dan penguatan STEM harus diperkenalkan sejak awal agar generasi muda memiliki kesiapan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan energi masa depan,” ujar Rudi, sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa (19/05/2026).
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi energi nonfosil yang besar sehingga edukasi kepada pelajar menjadi langkah strategis untuk menyiapkan calon pemimpin, regulator, hingga pelaku industri energi pada masa mendatang. Langkah tersebut juga sejalan dengan strategi Pertamina menjaga ketahanan energi nasional melalui bisnis inti minyak dan gas bumi (migas), serta mempercepat pengembangan energi rendah karbon dan energi baru terbarukan (EBT).
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Berkat Budaya Sejahtera Glory Oyong menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperluas edukasi keberlanjutan bagi generasi muda. Menurutnya, inisiatif itu sejalan dengan upaya pemerintah mendorong percepatan transisi energi nasional.
Kepala SMAN 40 Jakarta Adriansyah menyebut program SEB relevan dengan komitmen sekolah dalam mendukung penguatan pendidikan lingkungan. “Ini momentum baik, isu lingkungan dipadukan dengan energi dan STEM,” katanya.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, keterlibatan sektor pendidikan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun generasi yang adaptif terhadap dinamika energi global. “Melalui sinergi sektor pendidikan, komunitas, dan pemangku kepentingan, Pertamina terus mendorong ekosistem pembelajaran yang memperkuat kapasitas generasi muda sebagai fondasi ketahanan energi nasional dan keberlanjutan energi masa depan,” tuturnya.
Melalui pendekatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor, program tersebut diharapkan memperkuat kesiapan pelajar menghadapi transformasi energi sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan di Indonesia. []
Penulis: Tsabita Naja | Penyunting: Redaksi01
