Minyak Dunia Rebound, Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan Pasar
JAKARTA – Harga minyak dunia menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, didorong kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan di tengah dinamika perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2026 naik 25 sen atau 0,26 persen menjadi US$96,6 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli 2026 meningkat 96 sen atau 0,94 persen ke level US$103,54 per barel di London ICE Futures Exchange.
Kenaikan harga ini dipicu meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan negosiasi geopolitik yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global. Meski mencatat penguatan harian, dalam sepekan terakhir harga minyak WTI dan Brent masing-masing masih turun 8,37 persen dan 5,48 persen.
Kekhawatiran pasokan mencuat setelah perundingan perdamaian AS-Iran berjalan alot. Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA) melaporkan pimpinan Angkatan Darat Pakistan telah berangkat ke Iran sebagai mediator.
Di sisi lain, seorang pejabat Iran menyebut perbedaan pendapat dengan AS mulai menemukan titik terang. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyampaikan telah terjadi perkembangan positif dalam proses perundingan damai, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat, (22/05/2026).
Pergerakan harga minyak ini menunjukkan pasar energi global masih sensitif terhadap isu geopolitik, terutama yang berkaitan dengan pasokan, stabilitas kawasan, dan arah perdagangan komoditas internasional ke depan. []
Penulis: Rezy | Penyunting: Redaksi01
