Rupiah Turun 0,18 Persen, Pasar Tunggu Data Ekonomi Domestik

JAKARTA – Tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia ikut menyeret nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, saat pelaku pasar memilih bersikap wait and see di tengah ketidakpastian global dan perhatian terhadap data ekonomi domestik.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat turun 0,18 persen ke posisi Rp17.698 per dolar AS. Pelemahan ini berlangsung sejalan dengan tren depresiasi yang juga menekan sejumlah mata uang kawasan Asia.

Berdasarkan analisis Doo Financial Futures, won Korea Selatan terkoreksi 0,26 persen, baht Thailand turun 0,28 persen, dolar Singapura melemah 0,16 persen, yen Jepang terdepresiasi 0,10 persen, ringgit Malaysia turun 0,03 persen, serta dolar Hong Kong melemah tipis 0,02 persen.

Di tengah tekanan regional tersebut, beberapa mata uang Asia justru mencatat penguatan terhadap dolar AS. Dolar Taiwan naik 0,14 persen, diikuti yuan China sebesar 0,02 persen dan peso Filipina yang menguat 0,01 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah masih akan tertahan dalam rentang terbatas karena pasar menunggu perkembangan data ekonomi domestik dan faktor eksternal. Fokus investor saat ini tertuju pada data neraca transaksi berjalan Indonesia periode kuartal I 2026.

Selain faktor domestik, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah turut menjadi perhatian pelaku pasar, terutama terkait respons Iran terhadap proposal terbaru dari AS. Situasi ini mendorong investor lebih berhati-hati dalam menempatkan posisi di pasar valuta asing, sebagaimana dilansir Voi, Jumat, (22/05/2026).

Kondisi tersebut menunjukkan pergerakan rupiah masih sangat dipengaruhi kombinasi sentimen global dan fundamental ekonomi nasional, sehingga arah kurs dalam jangka pendek diperkirakan tetap bergerak terbatas di tengah volatilitas pasar keuangan. []

Penulis: Arief Nugroho Santoso | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *