Minyak Dunia Turun Hampir 5 Persen, Ini Peluang dan Risiko bagi UMKM
JAKARTA – Optimisme pasar atas peluang kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menekan harga minyak dunia hingga hampir 5 persen pada perdagangan Senin, sekaligus membawa kontrak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) ke level terendah dalam dua pekan.
Penurunan terjadi di tengah harapan bahwa negosiasi kedua negara dapat membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital energi global yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.
Mengutip data Reuters, harga kontrak berjangka Brent turun US$4,71 atau 4,55 persen menjadi US$98,83 per barel pada pukul 22.34 GMT. Sementara minyak mentah WTI AS melemah US$4,57 atau 4,73 persen ke level US$92,03 per barel. Kedua kontrak juga sempat menyentuh titik terendah sejak 7 Mei.
Fokus pasar kini bergeser bukan hanya pada konflik kawasan, tetapi pada potensi pulihnya pasokan energi global apabila blokade di Selat Hormuz berakhir. Sebelum konflik, jalur tersebut menjadi salah satu nadi utama distribusi minyak dunia.
Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump menyebut Washington dan Iran telah “sebagian besar merundingkan” nota kesepahaman terkait perjanjian damai yang berpotensi membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Namun, pada Minggu, Trump juga mengatakan dirinya meminta delegasi AS tidak terburu-buru mencapai kesepakatan.
Analis MST Marquee Saul Kavonic mengatakan: “Terlepas dari berbagai syarat dan risiko yang masih membayangi kesepakatan damai dan Selat Hormuz, kini mulai terlihat secercah harapan yang dapat membawa sedikit kelegaan bagi harga minyak dalam jangka pendek.”
Meski sentimen pasar mulai membaik, pemulihan distribusi energi diperkirakan tidak berlangsung cepat. Fasilitas minyak dan gas yang rusak serta hambatan logistik masih menjadi tantangan besar sebelum arus pasokan kembali normal, sebagaimana dilansir Kontan, Senin, (25/05/2026). []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
