Operasi Pasar LPG 3 Kg Digelar di Probolinggo, Harga Ditekan
PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama PT Pertamina Patra Niaga menggelar operasi pasar Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di tiga kecamatan guna menekan lonjakan harga dan mengatasi kelangkaan yang sempat dirasakan masyarakat.
Operasi pasar yang dilaksanakan pada Rabu tersebut menyasar Kecamatan Kraksaan, Kotaanyar, dan Paiton, dengan total distribusi 300 tabung LPG 3 kilogram di setiap kecamatan. Penyaluran dilakukan melalui tiga agen resmi, masing-masing mendapatkan alokasi 100 tabung.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Paiton, Junaidi, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai respons atas kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Langkah itu dilakukan sebagai upaya menanggulangi kelangkaan serta lonjakan harga elpiji 3 kg di tengah masyarakat,” katanya.
Seluruh proses distribusi diawasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Probolinggo untuk memastikan penyaluran tepat sasaran. Pemerintah daerah juga menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) dalam pengawasan di lapangan.
“Seluruh proses distribusi dipantau langsung oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran,” tuturnya.
Menurutnya, operasi pasar ini menjadi bagian dari upaya menjaga harga tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung.
“Ini sangat membantu masyarakat di tengah harga yang sempat melonjak. Kami juga bersama Forkopimka melakukan pengawasan untuk mencegah penimbunan maupun kenaikan harga tidak wajar,” katanya.
Perwakilan agen Putra Anugrah Mandiri Perkasa, Yani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Pertamina untuk menjaga stabilitas distribusi LPG bersubsidi.
“Kami membatasi pembelian satu tabung per kepala keluarga dengan menunjukkan KTP agar penyaluran lebih merata dan tepat sasaran,” ujarnya, sebagaimana dilansir Antara, Rabu (23/04/2026).
Di sisi lain, masyarakat mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut. Warga Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton, Diana, menyebut sebelumnya harga LPG 3 kilogram sempat melambung di pasaran.
“Biasanya kami membeli Rp23 ribu sampai Rp30 ribu per tabung. Kami berharap kegiatan ini sering dilakukan karena elpiji sangat dibutuhkan untuk memasak sehari-hari,” katanya.
Melalui operasi pasar ini, Pemkab Probolinggo dan Pertamina berupaya menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan LPG 3 kilogram bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, agar kebutuhan energi rumah tangga tetap terpenuhi. []
Penulis: Zumrotun Solichah | Penyunting: Redaksi01
