Pasar Murah Pemprov Jatim di Sidoarjo Ludes, Transaksi Tembus Rp96 Juta

SIDOARJO – Seluruh bahan pokok yang dijual dalam Pasar Murah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo (Sidoarjo), ludes dibeli masyarakat. Tingginya serapan tersebut mendorong total transaksi kegiatan yang digelar di Lapangan Gedang, Jumat (07/08/2026), mencapai Rp96,044 juta.

Dari total transaksi itu, penjualan bahan pokok menyumbang Rp90,84 juta, sedangkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp5,204 juta. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kebutuhan pokok yang ditawarkan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Kegiatan tersebut digelar Pemprov Jatim melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.

Komoditas dengan volume penjualan terbesar adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang mencapai 1.200 sak. Selain itu, sebanyak 100 sak beras premium juga habis terjual dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah komoditas pangan lainnya turut terserap seluruhnya. Pasokan tersebut meliputi gula pasir sebanyak 200 kilogram, Minyakita 360 liter, telur ayam ras 200 bungkus, bawang merah 20 kilogram, bawang putih 20 kilogram, tepung terigu 60 kilogram, cabai rawit merah 15 kilogram, cabai merah besar 15 kilogram, serta daging ayam ras 135 kilogram.

Tingginya penyerapan berbagai komoditas tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau masih tinggi. Kondisi itu sekaligus menunjukkan pasar murah dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses masyarakat terhadap pasokan pangan ketika harga komoditas mengalami dinamika.

Selain menyasar kebutuhan pangan, kegiatan tersebut turut memberikan ruang pemasaran bagi pelaku UMKM. Nilai transaksi produk UMKM yang mencapai Rp5,204 juta menjadi bagian dari perputaran ekonomi dalam pelaksanaan pasar murah.

Sebagaimana diberitakan Jatim Newsroom, Jumat (07/08/2026), pelaksanaan pasar murah tersebut diarahkan untuk mendukung keterjangkauan harga kebutuhan pokok, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat upaya pengendalian inflasi di daerah.

Pemprov Jatim juga terus mendorong pelaksanaan pasar murah di berbagai wilayah dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota dan pemangku kepentingan terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dengan seluruh komoditas pangan yang tersedia berhasil terserap, pasar murah di Porong tidak hanya menjadi sarana memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *