Pembiayaan BCA Syariah Tembus Rp13,6 Triliun di Semester I 2026
JAKARTA – PT Bank BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi daripada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada semester I 2026. Kondisi tersebut sejalan dengan ekspansi pembiayaan perseroan yang mencapai Rp13,6 triliun, termasuk green financing atau pembiayaan hijau sebesar Rp2,95 triliun.
Pembiayaan BCA Syariah hingga Juni 2026 tumbuh 20,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari total pembiayaan tersebut, sekitar 21,7 persen berasal dari portofolio green financing, yang menunjukkan peningkatan peran perseroan dalam menyalurkan pembiayaan ke kegiatan yang berwawasan lingkungan.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan pembiayaan hijau menjadi salah satu bagian dari pengembangan bisnis perseroan sepanjang paruh pertama tahun ini. “Di sector Green Finance, di semester I 2026 Alhamdulillah kami telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 2,95 triliun, untuk penyaluran Green Financing atau berkontribusi pada 21,7 persen dari total pembiayaan kami,” jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/08/2026), sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa (11/08/2026).
Dari total pembiayaan hijau tersebut, sekitar 48 persen telah diarahkan kepada kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari strategi BCA Syariah untuk memperluas portofolio pembiayaan sekaligus mendukung pembiayaan berkelanjutan.
Ekspansi pembiayaan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan peningkatan kinerja keuangan perseroan. Laba bersih BCA Syariah pada semester I 2026 mencapai Rp109 miliar atau tumbuh 9,2 persen secara tahunan.
Sementara itu, total aset perseroan hingga Juni 2026 mencapai Rp20,7 triliun. Nilai tersebut meningkat 17,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Yuli mengatakan pertumbuhan aset menjadi salah satu capaian positif BCA Syariah pada semester I 2026. “Dari capaian selama semester 1 (2026) BCA Syariah Alhamdulillah secara aset masih bisa mencapai Rp 20,7 triliun, dalam hal ini naik 17,2 persen,” kata Yuli.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA Syariah meningkat 10,2 persen secara tahunan menjadi Rp15,4 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) yang naik 14,6 persen menjadi Rp6,5 triliun.
Komponen CASA terdiri atas giro yang tumbuh 23,2 persen menjadi Rp3,8 triliun dan tabungan yang meningkat 4,5 persen menjadi Rp2,7 triliun. Adapun deposito tercatat tumbuh 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun.
Pertumbuhan pembiayaan BCA Syariah mencakup sektor produktif melalui pembiayaan komersial maupun konsumer. Beberapa produk yang menjadi bagian dari penyaluran tersebut antara lain Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan pembiayaan emas.
Kinerja pendanaan yang tumbuh positif sekaligus memperkuat kapasitas perseroan dalam menopang ekspansi pembiayaan. Peningkatan DPK juga mencerminkan semakin luasnya basis dana yang dapat dikelola untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan nasabah.
Ke depan, BCA Syariah menyatakan akan memperkuat struktur pendanaan sekaligus meningkatkan kualitas pembiayaan. Perseroan juga berencana mengembangkan layanan yang menyesuaikan kebutuhan nasabah serta memperluas kontribusi terhadap literasi dan inklusi keuangan syariah.
“Perseroan juga konsisten mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia melalui berbagai inisiatif edukatif dan kolaboratif,” pungkasnya. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas manfaat layanan keuangan syariah bagi masyarakat. []
Redaksi01
