Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Kerja untuk Koperasi dan Nelayan, Ini Detailnya
JAKARTA – Pemerintah membuka rekrutmen besar-besaran sebanyak 35.476 posisi untuk mendukung operasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi berbasis desa dan sektor perikanan nasional.
Rekrutmen yang dimulai pada April 2026 ini ditujukan bagi lulusan Diploma III (D3), Diploma IV (D4), hingga Strata 1 (S1) untuk mengisi berbagai posisi strategis, baik manajerial maupun teknis. Proses pendaftaran dilakukan secara terpusat melalui laman resmi Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) hingga batas akhir 24 April 2026.
Program ini digagas untuk mempercepat penguatan ekonomi akar rumput dengan menempatkan tenaga profesional di tingkat desa dan kawasan pesisir. Pemerintah menilai kehadiran sumber daya manusia terdidik akan mendorong efisiensi distribusi, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi yang lebih adil.
Formasi terbesar dalam rekrutmen ini adalah posisi Manager KDKMP dengan kebutuhan mencapai 30.000 orang yang akan ditempatkan di berbagai desa dan kelurahan. Selain itu, pada sektor maritim melalui KNMP, pemerintah membuka masing-masing 1.369 posisi untuk jabatan Manajer Operasional, Kepala Produksi, Penjamin Mutu, serta Administrasi Keuangan.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan perputaran ekonomi desa sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap perantara distribusi. KDKMP difokuskan pada pemangkasan rantai pasok barang bersubsidi agar masyarakat memperoleh harga yang lebih transparan dan terjangkau.
Sementara itu, KNMP diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan melalui pengelolaan infrastruktur seperti cold storage, pabrik es, bengkel kapal, hingga fasilitas pengolahan hasil laut. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk perikanan sebelum dipasarkan.
Pemerintah menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen tersebut, sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat, Jumat, (17/04/2026).
Program ini tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga menjadi upaya membangun ekosistem ekonomi desa dan pesisir yang lebih mandiri, modern, dan berkelanjutan melalui keterlibatan generasi muda terdidik. []
Penulis: Abdul Karim | Penyunting: Redaksi01
