Pemkab Blora Siapkan Rp70 Miliar untuk Kopkel Merah Putih
BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengalihkan sebagian belanja daerah untuk mendukung pembangunan 24 koperasi kelurahan (kopkel) merah putih dengan total kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp70 miliar, sebagai bagian dari implementasi program prioritas nasional.
Bupati Blora Arief Rohman menyatakan, pembiayaan kopkel merah putih menjadi tanggung jawab Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setelah adanya ketentuan terbaru dari pemerintah pusat. “Ini Pak Sekda tadi baru menyampaikan bahwa Kopkel Merah Putih itu nanti menjadi tanggung jawab APBD,” ucap Arief seusai rapat evaluasi belanja penggunaan internet bersama organisasi perangkat daerah di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Jawa Tengah, sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat (17/04/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran tersebut dihitung berdasarkan jumlah kelurahan di Blora yang mencapai 24 wilayah. Setiap kopkel diperkirakan memerlukan dana sekitar Rp3 miliar untuk pembangunan awal.
“Nah, ini kita ada 24 kelurahan dan itu satu koperasi kelurahan itu Rp 3 M. Kalau 3 dikalikan 24, itu berarti sekitar 70 sekian miliar rupiah yang harus kita siapkan di anggaran perubahan. Nah, ini kan kita lagi ngitung ini,” terang dia.
Menurut Arief, pembangunan kopkel merah putih berbeda dengan koperasi desa (kopdes) yang didanai melalui dana desa. Untuk wilayah kelurahan, seluruh pembiayaan dibebankan pada APBD kabupaten.
“Nah, ini kan juklak juknisnya kita tunggu. Tapi pada prinsipnya kita harus mensukseskan program prioritas dari Bapak Presiden kaitannya dengan yang kopdes, yang koperasi desa ini tanggung jawab desa, (dari) dana desa ya. Nah, tapi yang koperasi kelurahan ini akan menjadi tanggung jawab dari APBD,” jelas dia.
Pemkab Blora saat ini masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) sebagai dasar pelaksanaan program tersebut agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga melakukan penyesuaian anggaran dengan memangkas belanja internet dari Rp2,56 miliar menjadi Rp1,9 miliar. Efisiensi tersebut direncanakan untuk mendukung pembiayaan pembangunan kopkel merah putih.
Langkah realokasi anggaran ini diharapkan mampu mempercepat pembentukan koperasi kelurahan sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat implementasi program nasional di tingkat daerah. []
Penulis: Aria | Penyunting: Redaksi01
