Pertamina dan Pemkab Belu Gelar Operasi Pasar, Harga Mitan Kembali Sesuai HET
ATAMBUA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu mempercepat penyaluran minyak tanah bersubsidi melalui operasi pasar murah untuk menstabilkan harga eceran sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kelangkaan pasokan selama beberapa bulan terakhir. Dalam kegiatan tersebut, minyak tanah dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp4.000 per liter dengan dukungan pasokan dari PT Pertamina dan agen penyalur PT Samara.
Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya harga eceran minyak tanah di wilayah Kabupaten (Kab.) Belu. Pemkab Belu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Belu bersama Pertamina menyiapkan total 30.000 liter atau 30 ton minyak tanah untuk didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat di 12 kelurahan.
Pada pelaksanaan operasi pasar murah yang berlangsung di Taman GOR L.A. Bone Atambua, Selasa (07/07/2026), Disperdagin Belu kembali menyalurkan 5.000 liter minyak tanah. Penyaluran tersebut difokuskan bagi warga Kelurahan Tulamalae dan Kelurahan Beirafu, Kecamatan (Kec.) Atambua Barat.
Kepala Bidang (Kabid) Kemetrologian dan Pengawasan Perdagangan Disperdagin Belu, Vence Moruk, mengatakan distribusi dilakukan secara bertahap agar seluruh wilayah sasaran memperoleh pasokan sesuai kebutuhan, sebagaimana diberitakan Kilastimor, Selasa (07/07/2026).
“Kita siapkan stok 30 ton. Minggu lalu sudah disalurkan 5 ton untuk warga kelurahan Berdao dan Umanen dan hari ini 5 ton lagi,” ujarnya.
Vence menjelaskan, dari total 5 ton yang disalurkan pada tahap terbaru, sebanyak 2,8 ton dialokasikan untuk 280 kepala keluarga di Kelurahan Tulamalae dan 2,2 ton untuk 220 kepala keluarga di Kelurahan Beirafu. Setiap kepala keluarga memperoleh jatah 10 liter minyak tanah dengan harga sesuai HET.
“Hari ini kita bagi untuk warga Kelurahan Tulamalae 2,8 ton (280 kk) dan Beirafu 2,2 ton (220 kk) setiap kepala keluarga dapat jatah 10 liter. Jadi, untuk Kecamatan Atambua Barat selesai, tinggal dua Kecamatan Atambua lainnya,” terang dia.
Disperdagin Belu juga memastikan distribusi akan berlanjut ke wilayah lain. Saat ini masih tersedia sekitar 20.000 liter minyak tanah yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di empat kelurahan Kec. Atambua Selatan dan empat kelurahan di Kec. Kota Atambua.
“Untuk penyaluran berikutnya kita tunggu ketersediaan stok minyak tanah dari Pertamina dan data Kelurahan,” timpal dia.
Operasi pasar murah ini menjadi salah satu upaya Pemkab Belu menjaga stabilitas harga energi rumah tangga sekaligus membantu masyarakat memperoleh minyak tanah dengan harga sesuai ketentuan pemerintah di tengah kondisi pasokan yang sebelumnya terbatas. []
Redaksi01
