ProASN 2026, Pemkab Kukar Petakan Potensi dan Kompetensi 400 ASN

0
IMG-20261006-WA0087(1)

Pemkab Kukar memetakan potensi dan kompetensi 400 PNS melalui ProASN 2026 sebagai dasar pengembangan karier, rotasi, mutasi, promosi, dan penguatan sistem merit.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Profiling ASN (ProASN) 2026. Sebanyak 400 Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti pemetaan potensi dan kompetensi yang berlangsung di Kukar Digital University, Kompleks Stadion Aji Imbut, Kecamatan Tenggarong Seberang, pada 6–7 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dibuka Bupati Kukar melalui Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kukar, Dafip Haryanto, Selasa (06/10/2026). Ia menegaskan, ProASN bukan sekadar kegiatan administratif atau rutinitas kepegawaian, melainkan instrumen strategis untuk mendukung pengelolaan ASN berbasis kompetensi dan data.

“ProASN ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen strategis untuk memetakan potensi, kompetensi, kapasitas, dan profil setiap ASN di lingkungan Pemkab Kukar,” ujarnya.

Menurut Dafip, tuntutan penyelenggaraan pemerintahan pada era digital mengharuskan ASN bekerja secara cepat, adaptif, profesional, dan berbasis data. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan data kompetensi ASN yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan manajemen kepegawaian.

Hasil ProASN, kata dia, diharapkan menjadi salah satu fondasi penerapan sistem merit secara lebih menyeluruh. Data tersebut dapat digunakan untuk penempatan pegawai sesuai kompetensi, perencanaan dan pengembangan karier, pengisian jabatan, hingga penyusunan program peningkatan kompetensi ASN.

Pembaruan profil dan kompetensi juga dinilai penting bagi ASN yang baru dilantik maupun mengalami perubahan jabatan agar data kepegawaian menggambarkan kondisi aktual dan kesesuaian kompetensi dengan jabatan yang diemban.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa data profil dan kompetensi ASN benar-benar menggambarkan kondisi aktual. Dengan data yang akurat, pengelolaan ASN dapat dilakukan secara lebih objektif dan terarah,” katanya.

Dafip meminta seluruh peserta mengikuti proses profiling secara sungguh-sungguh, jujur, dan menunjukkan kemampuan terbaik. Banyaknya instrumen penilaian, menurut dia, tidak semestinya dipandang sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan bagi ASN untuk mengenali potensi dan kompetensi diri.

“Jangan melihat kegiatan ini sebagai beban. Jadikan sebagai kesempatan untuk mengenali potensi diri dan mendukung pengembangan karier serta kontribusi nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN), para asesor, serta tim pelaksana yang mendukung pelaksanaan ProASN 2026 di Kukar.

Dafip berharap hasil pemetaan tersebut dapat memperkuat profesionalisme ASN sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance di Kukar.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Rendra Abadi, mengatakan ProASN 2026 menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar mendukung program pemerintah, termasuk pencapaian Asta Cita serta visi dan misi kepala daerah.

Menurut Rendra, ProASN bertujuan memetakan potensi dan kompetensi ASN secara terukur, objektif, transparan, serta berbasis teknologi informasi. Pemetaan tersebut sekaligus memperkuat penerapan sistem merit dalam pengelolaan aparatur di lingkungan Pemkab Kukar.

Pemetaan mencakup profil kompetensi ASN secara komprehensif, antara lain kompetensi manajerial dan sosial kultural, potensi, literasi digital, serta preferensi karier ASN.

Hasil profiling selanjutnya akan digunakan sebagai dasar penyusunan basis data talenta atau talent pool ASN Kukar untuk mendukung perencanaan serta pengembangan karier aparatur.

“Data yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan yang objektif bagi pimpinan daerah dalam rotasi, mutasi, promosi, suksesi jabatan, serta penyusunan program pengembangan kompetensi ASN,” jelasnya.

Rendra mengatakan ProASN 2026 dilaksanakan selama dua hari, yakni 6–7 Oktober 2026, dengan dua sesi tes setiap hari.

Proses penilaian menggunakan sistem tes berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT). Instrumen penilaian meliputi kompetensi manajerial dan sosial kultural, potensi, literasi digital, preferensi individu ASN, penelusuran Talent DNA, serta instrumen pemetaan lainnya.

Sebanyak 400 PNS menjadi sasaran ProASN 2026. Peserta terdiri atas 10 pejabat pimpinan tinggi pratama, 28 pejabat administrator, 102 pejabat pengawas, 153 pejabat fungsional ahli madya, ahli muda, dan ahli pertama, serta 107 pejabat pelaksana.

“Total peserta yang mengikuti kegiatan Profiling ASN atau ProASN Tahun 2026 sebanyak 400 orang,” ungkapnya.

Melalui ProASN 2026, Pemkab Kukar berharap memiliki basis data aparatur yang lebih komprehensif sebagai landasan pengelolaan sumber daya ASN secara profesional, objektif, dan berbasis kompetensi. Hasil pemetaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai data administratif, tetapi dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk membangun aparatur yang kompeten, adaptif, profesional, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *