Dispar Kukar Tunggu Aset Taman Replika, Potensi Wisata dan PAD Dilirik

0
IMG-20261006-WA0091

Objek Wisata Taman Replika Tenggarong

Dispar Kukar menunggu penyerahan aset Taman Replika sebelum menyusun skema pengelolaan kawasan yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata sekaligus sumber PAD baru.

ADVERTORIAL – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) belum dapat menentukan konsep pengelolaan Taman Replika karena status aset kawasan tersebut hingga kini masih tercatat di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Kejelasan penyerahan aset menjadi langkah awal sebelum kawasan itu dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata sekaligus berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar Awang Agur Darmawan mengatakan, Taman Replika belum menjadi aset yang berada di bawah pengelolaan Dispar Kukar.

“Kalau itu asetnya belum di kami. Masih di Dinas PU,” kata Awang Agus kepada Prudensi.com melalui wawancara telepon, Selasa (06/10/2026).

Menurutnya, status aset menjadi salah satu faktor yang membuat Dispar Kukar belum dapat menentukan konsep pengelolaan Taman Replika. Apabila nantinya terdapat inisiatif untuk mengelola kawasan tersebut, pembahasannya harus melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait.

Awang Agus mengatakan, pengelolaan Taman Replika tidak dapat dilakukan oleh satu instansi. Pembahasan setidaknya perlu melibatkan bidang aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, serta pemerintah kelurahan setempat.

“Memang harus duduk satu meja. Ada bidang aset BPKAD, mungkin ada Bapenda, juga ada perhubungan kaitannya dengan retribusi parkirnya, kemudian pemerintah kelurahannya juga harus ada,” jelasnya.

Pelibatan sejumlah perangkat daerah diperlukan karena pengelolaan kawasan tidak hanya menyangkut pemanfaatan aset, tetapi juga kemungkinan penerapan retribusi, pengelolaan parkir, pemeliharaan kawasan, serta pembagian kewenangan antarinstansi.

Meski belum menerima penyerahan aset, Dispar Kukar melihat peluang pengembangan sektor pariwisata di Taman Replika. Antusiasme masyarakat terhadap keberadaan kawasan tersebut dinilai menjadi salah satu indikasi bahwa Taman Replika masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai ruang publik dan destinasi wisata.

Pemeliharaan kawasan saat ini juga mendapat perhatian melalui upaya swadaya Pemerintah Kelurahan Panji. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi modal awal untuk melihat kembali potensi pengembangan Taman Replika.

Pengembangan kawasan juga dapat diarahkan untuk mendukung upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar mencari sumber PAD baru. Menurut Awang Agus, keterbatasan kondisi keuangan daerah menuntut pemerintah lebih kreatif mengoptimalkan aset dan potensi yang dimiliki.

“Kita harus tetap memutar otak untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru supaya bisa meningkatkan PAD di Kukar,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila Taman Replika dapat kembali beroperasi secara optimal dengan skema pengelolaan yang tepat, kawasan tersebut berpeluang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

“Kalau memang bisa beroperasi dan kita bisa mengelolanya dengan baik, insyaallah kita bakal menambah lagi salah satu sumber daripada Pendapatan Asli Daerah,” katanya.

Namun, Dispar Kukar masih menunggu proses penyerahan aset dan pembahasan lebih lanjut antarperangkat daerah. Setelah status aset memiliki kejelasan, pemerintah dapat menyusun konsep pengelolaan yang mencakup pemanfaatan kawasan, mekanisme retribusi, pengelolaan parkir, hingga peran pemerintah kelurahan.

“Kita memang harus duduk sama-sama dulu, kita bahas, terus kita mau apakan. Setelah itu kita sampaikan kepada pimpinan,” tuturnya.

Kejelasan status aset dan pembagian kewenangan antarinstansi menjadi kunci sebelum Taman Replika dapat dikembangkan lebih jauh. Jika dikelola secara terencana, antusiasme masyarakat dan upaya pemeliharaan yang telah berjalan dapat menjadi modal untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai ruang publik, destinasi wisata, sekaligus potensi sumber PAD baru bagi Kukar. []

Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *