Rakor Kemendagri Jadi Momentum Sinjai Benahi Layanan Air dan Sanitasi

SINJAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai mendorong pencarian solusi bersama untuk memperbaiki pengelolaan layanan air minum, limbah, dan sanitasi melalui penguatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat koordinasi (Rakor) yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Gammara, Jumat (07/08/2026).

Rakor bidang air minum, limbah, dan sanitasi itu diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Sinjai, Andi Ilham Abubakar, bersama jajaran terkait. Forum tersebut diinisiasi Direktorat BUMD, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan Barang Milik Daerah pada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri.

Kegiatan tersebut tidak hanya membahas peningkatan kinerja BUMD, tetapi juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi sekaligus mencari pendekatan penyelesaian yang dapat diterapkan dalam pengelolaan layanan publik.

Andi Ilham mengatakan, hasil pembahasan dalam Rakor dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan BUMD serta layanan air minum, limbah, dan sanitasi.

“Forum ini membahas berbagai upaya peningkatan kinerja BUMD di sektor air minum, limbah, dan sanitasi. Ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan arahan pemerintah pusat,” kata Andi Ilham seusai mengikuti kegiatan, sebagaimana diberitakan Protokol Sinjai, Jumat (07/08/2026).

Menurut dia, penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar pengelolaan BUMD, BLUD, dan barang milik daerah dapat berjalan lebih efektif. Rakor sekaligus memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan mengenai arah kebijakan pengelolaan sektor tersebut.

Selain penguatan kinerja BUMD, forum yang dibuka Direktur BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah Kemendagri Yudia Ramli itu membahas penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di daerah.

Pembahasan SPAM menjadi bagian penting karena peningkatan kualitas pelayanan air minum membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan, koordinasi antarlembaga, serta kebijakan yang mampu menyesuaikan dengan kondisi setiap daerah.

“Pada intinya, pertemuan ini dilaksanakan untuk mencari masukan terkait berbagai permasalahan sekaligus pendekatan solusi. Masukan tersebut nantinya dapat menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan yang saat ini sedang dilakukan,” jelasnya.

Andi Ilham menambahkan, komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan juga diperlukan untuk membuka peluang kerja sama antardaerah. Dengan koordinasi tersebut, berbagai persoalan dalam pelayanan publik diharapkan dapat ditangani secara lebih terarah.

“Kita juga sedang mencari formulasi terbaik agar berbagai persoalan layanan publik, termasuk pengelolaan air minum, limbah, dan sanitasi, dapat ditangani secara bersama dan optimal,” pungkasnya.

Dalam Rakor tersebut, Pemkab Sinjai turut membawa unsur pengelola sektor terkait. Andi Ilham didampingi Kepala Bagian Perekonomian Setda Sinjai Nurhayati, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sinjai Nasrullah Mustamin, serta para pengelola barang milik daerah Sinjai.

Hasil pembahasan dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat dasar penyusunan kebijakan daerah sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan air minum, limbah, dan sanitasi bagi masyarakat Sinjai. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *