RSUD dr. Soedarso Tingkatkan Layanan Kedokteran Nuklir, Tekan Pasien Berobat ke Malaysia

Direktur RSUD dr. Soedarso Pontianak, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes (Foto : Istimewa)

PONTIANAK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso Pontianak terus berbenah guna meningkatkan layanan kesehatan di Kalimantan Barat. Usaha tersebut seiring agar mampu bersaing dengan fasilitas kesehatan di luar negeri. Tantangan tersebut menjadi perhatian khusus bagi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, karena masih banyak warga memilih berobat ke Kuching maupun Kuala Lumpur.

Direktur RSUD Soedarso, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes menyebut fenomena masyarakat Kalbar yang berobat ke luar negeri menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena itu, rumah sakit daerah harus terus meningkatkan kualitas layanan agar mampu menjadi pilihan utama masyarakat.

“Seperti yang disampaikan Pak Gubernur, masih banyak warga kita yang memilih berobat ke luar negeri, baik ke Kuching maupun Kuala Lumpur. Ini menjadi motivasi bagi rumah sakit daerah, bukan hanya di Kalbar tetapi di seluruh Indonesia, terutama daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menjelaskan, sebagian besar rumah sakit daerah saat ini melayani pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan. Tingginya jumlah pasien membuat rumah sakit harus bekerja lebih keras untuk menjaga kualitas pelayanan.

Di RSUD Soedarso sendiri misalnya, lebih dari 90 persen pasien merupakan peserta BPJS Kesehatan. Setiap hari jumlah pasien rawat jalan mencapai 800 hingga 1.000 orang. Sementara pasien yang masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) berkisar antara 80 hingga 120 orang per hari.

“Ini menjadi tantangan bagi rumah sakit daerah untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat. Salah satunya dengan menambah sarana prasarana, dan sumber daya manusia,” jelasnya.

Selain peningkatan fasilitas, Hary menilai penguatan SDM kesehatan juga menjadi faktor penting. Menurutnya, tenaga kesehatan harus terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Selama ini kualitas dokter Indonesia juga sering dibandingkan dengan dokter luar negeri. Di daerah tantangannya bukan hanya kualitas, tetapi juga kuantitas. Jumlah dokter spesialis di Kalimantan, dan wilayah timur Indonesia masih sangat kurang dan belum merata,” ungkapnya.

Di sisi lain, RSUD Soedarso juga terus memperkuat layanan unggulan, termasuk penanganan kanker. Hary memastikan hampir seluruh layanan kesehatan yang tersedia di rumah sakit tersebut ditanggung BPJS Kesehatan, kecuali layanan yang bersifat estetik.

Untuk layanan kanker, RSUD Soedarso telah memiliki layanan bedah onkologi, ginekologi onkologi, kemoterapi bagi pasien dewasa maupun anak, hingga radioterapi. “Semua layanan itu ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional,” ujarnya.

Peningkatan layanan kanker akan semakin diperkuat dengan hadirnya fasilitas kedokteran nuklir yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Saat ini gedung, peralatan pendukung, dan SDM, disebutkan dia telah tersedia. Pihaknya hanya tinggal menunggu kedatangan dua alat utama, yakni SPECT-CT, dan PET-CT yang dijadwalkan tiba pada Juli atau Agustus mendatang.

“Gedung sudah ada, SDM sudah lengkap. Tinggal menunggu dua alat itu datang, dan diinstal. Mudah-mudahan akhir tahun ini layanan kedokteran nuklir sudah bisa beroperasi untuk membantu penanganan kasus-kasus kanker tertentu, dan itu juga ditanggung BPJS,” pungkasnya.(rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *