Rumah BUMN BRI Cetak UMKM Tangguh, Diopeni Berdayakan Perempuan

MALANG – Pendampingan berkelanjutan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbukti mendorong transformasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang, salah satunya Diopeni atau Dondomane Handmade yang mengangkat kain tenun lurik menjadi produk fesyen modern bernilai ekonomi tinggi sekaligus berdampak sosial.

Usaha yang dirintis Peni Budi Astuti sejak 2016 ini berkembang tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan perempuan, khususnya lanjut usia (lansia) dan ibu tunggal agar tetap produktif dari rumah. Melalui pembinaan Rumah BUMN BRI Malang, Diopeni kini mampu memperluas jangkauan usaha sekaligus meningkatkan kualitas produk dan manajemen bisnis.

“Perempuan sebaiknya memiliki kegiatan produktif untuk membantu ekonomi keluarga agar menjadi sosok yang kuat dan tangguh,” ujar Peni, sebagaimana dilansir Radar Malang, Kamis (23/04/2026).

Berawal dari hobi menjahit tangan atau dondom-dondom, Peni melihat peluang pada kain lurik yang selama ini identik dengan produk tradisional untuk diolah menjadi busana modern. Konsep tersebut kemudian berkembang menjadi usaha dengan identitas khas melalui desain eksklusif yang berbeda pada setiap produk.

Saat ini, Diopeni telah bertransformasi menjadi koperasi dengan melibatkan sembilan pekerja yang mayoritas merupakan perempuan lansia dan orang tua tunggal. Mereka memproduksi berbagai jenis pakaian seperti tunik, kemeja, outer, gamis, hingga blazer.

Selain mengedepankan desain, usaha ini juga menerapkan prinsip zero waste dengan memanfaatkan sisa bahan menjadi produk kriya seperti tas, sandal, dan aksesori. Diversifikasi usaha juga dilakukan melalui pelatihan keterampilan serta unit kuliner Dapur Bunda Peni.

Penguatan kapasitas usaha tidak terlepas dari berbagai pelatihan yang difasilitasi BRI sejak 2017, mulai dari manajemen keuangan, perencanaan bisnis, hingga pemasaran digital. Dukungan juga mencakup pengurusan legalitas usaha, seperti sertifikasi halal dan hak kekayaan intelektual.

Akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) turut dimanfaatkan untuk memperluas usaha, termasuk pembangunan mini galeri sebagai ruang pamer produk yang meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Meskipun lokasi usaha di dalam gang, mini galeri ini meningkatkan kepercayaan konsumen. Bahkan pernah ada rombongan datang untuk melihat langsung koleksi kami,” kenang Peni.

Secara terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa Rumah BUMN berperan sebagai ekosistem kolaboratif dalam meningkatkan daya saing UMKM di berbagai daerah.

“Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan akses pembiayaan, UMKM didorong menghasilkan nilai tambah. Kisah Diopeni menjadi inspirasi yang bisa direplikasi,” pungkasnya.

Melalui sinergi pembinaan dan inovasi produk, UMKM seperti Diopeni diharapkan terus tumbuh sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. []

Penulis: Aditya Novrian| Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *