Senggigi Tetap Ramai, Hotel Catat Okupansi Tinggi Meski Krisis Global

LOMBOK BARAT – Di tengah tekanan geopolitik global yang diperkirakan berdampak pada sektor pariwisata, tingkat hunian hotel di kawasan Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), justru tetap tinggi, bahkan didominasi wisatawan mancanegara.

Kondisi tersebut terlihat pada aktivitas liburan akhir pekan di salah satu hotel kawasan Pantai Mangsit, Minggu (26/04/2026), yang dipadati wisatawan domestik dan asing. Para tamu memanfaatkan berbagai fasilitas mulai dari bersantai di tepi pantai, berenang, hingga menikmati panorama sunset, menunjukkan stabilnya minat kunjungan ke destinasi wisata Lombok.

General Manager (GM) Holiday Resort Lombok sekaligus Ketua Asosiasi Hotel Senggigi, Ketut Murtajaya, mengungkapkan kinerja hunian hotel masih berada pada level tinggi meskipun di tengah kekhawatiran dampak konflik global terhadap sektor pariwisata.

“Bulan ini rata-rata okupansi mencapai 86 persen,” ungkapnya, sebagaimana diwartakan Suara Ntb, Minggu (27/04/2026).

Ia menambahkan, tren pemesanan untuk musim liburan pertengahan tahun juga menunjukkan peningkatan. Tingkat booking untuk Juli dan Agustus bahkan telah mencapai rata-rata 87 persen.

Dari sisi komposisi tamu, wisatawan mancanegara masih mendominasi kunjungan dibandingkan wisatawan domestik.

“Sekitar 67 persen wisatawan mancanegara dan 33 persen domestik,” katanya.

Menurutnya, pasar internasional utama berasal dari Australia, Asia, dan Eropa. Namun, terjadi pergeseran tren kunjungan, di mana wisatawan dari Australia dan Asia meningkat, sementara Eropa mengalami penurunan akibat kendala jalur penerbangan.

“Khusus pasar Eropa menurun karena banyak penerbangan mereka transit di Timur Tengah,” jelasnya.

Ketut menilai tingginya okupansi tidak lepas dari strategi pemasaran yang agresif serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk promosi digital dan kerja sama dengan agen perjalanan serta wholesaler internasional.

Selain itu, faktor lokasi strategis di kawasan Pantai Senggigi serta kelengkapan fasilitas menjadi daya tarik utama. Hotel tersebut menyediakan berbagai fasilitas seperti kolam renang utama, infinity pool, beach deck, pusat kebugaran, spa, hingga area bermain anak dan fasilitas olahraga.

“Kolam infinity dan beach deck menjadi spot favorit untuk menikmati sunset dan happy hours. Anak-anak juga senang karena playground dan aktivitas rekreasi cukup lengkap,” kata Ketut.

Kondisi ini menunjukkan sektor pariwisata di Lombok tetap memiliki daya tahan di tengah dinamika global, sekaligus membuka peluang bagi pelaku industri untuk terus memperkuat strategi promosi dan pelayanan guna menjaga stabilitas kunjungan wisatawan. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *