Sesi I Ditutup Menguat, IHSG Terdongkrak Saham Perbankan

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada perdagangan sesi pertama, Kamis (02/07/2026), didorong kenaikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar dan sejumlah emiten sektor energi. Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah indikator ekonomi domestik yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan selanjutnya.

IHSG ditutup di level 5.792,17 pada akhir sesi pertama atau menguat 97,05 poin (1,70 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya. Sebanyak 458 emiten berada di zona hijau, sekitar 19 persen melemah, sedangkan 318 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas transaksi pasar masih tergolong moderat. Nilai transaksi hingga akhir sesi pertama mencapai Rp6,49 triliun dengan volume perdagangan 12,4 miliar saham dalam 913.300 kali transaksi.

Penguatan indeks terutama ditopang saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Selain itu, saham emiten Grup Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan IHSG.

Di tengah penguatan pasar saham, investor tetap mencermati sejumlah sentimen ekonomi yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar, sebagaimana diberitakan Cnbc Indonesia, Kamis (02/07/2026). Beberapa faktor tersebut meliputi defisit neraca perdagangan Indonesia, meningkatnya inflasi, pelemahan aktivitas manufaktur, serta sikap bank sentral Amerika Serikat yang masih cenderung ketat terhadap kebijakan moneter.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar Amerika Serikat pada Mei 2026. Defisit tersebut merupakan yang pertama sejak April 2020, dipicu nilai ekspor sebesar 23,20 miliar dolar Amerika Serikat yang lebih rendah dibandingkan impor sebesar 24,81 miliar dolar Amerika Serikat.

Selain itu, BPS melaporkan inflasi Juni 2026 mencapai 0,44 persen secara month to month (mtm). Sementara itu, inflasi tahun kalender tercatat 1,79 persen dan inflasi tahunan berada di level 3,34 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi bulanan Mei 2026 yang sebesar 0,28 persen.

Pelaku pasar diperkirakan masih akan memantau perkembangan berbagai indikator ekonomi domestik dan global sebagai penentu arah pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *