Singa Kren Festival 2026 Dongkrak UMKM Buleleng, Transaksi Tembus Rp375 Juta

BULELENG – Singa Kren Festival 2026 tidak hanya menjadi panggung seni budaya masyarakat di Kabupaten Buleleng, Bali, tetapi juga berhasil menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan total transaksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp375 juta selama pelaksanaan kegiatan di Kawasan Pelabuhan Tua Buleleng.

Festival yang ditutup resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Buleleng Gede Supriatna pada Minggu (10/05/2026) itu melibatkan 41 pelaku UMKM yang terdiri atas 33 UMKM kuliner dan delapan UMKM kriya. Tingginya antusiasme masyarakat dinilai turut mendongkrak aktivitas ekonomi lokal selama festival berlangsung.

“Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kecintaan terhadap seni dan budaya daerah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Selain menjadi hiburan rakyat yang digandrungi masyarakat, festival kecamatan juga menjadi panggung bagi seniman lokal dan ruang menggeliatkan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan puluhan pelaku UMKM lokal,” tandas Wabup Supriatna sebagaimana dilansir Radar Bali, Senin (12/05/2026).

Selain menjadi ruang promosi UMKM, festival tersebut juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional hingga modern yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai wilayah di Buleleng.

Supriatna mengatakan selama beberapa hari pelaksanaan kegiatan, masyarakat menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

“Singa Kren Festival telah menjadi ruang ekspresi budaya, hiburan masyarakat, sekaligus wadah yang mempererat persaudaraan dan kolaborasi antar elemen masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, hari terakhir pelaksanaan festival berlangsung meriah dengan beragam penampilan seni yang disuguhkan kepada pengunjung. Perpaduan kesenian tradisional dan modern disebut mampu menciptakan hiburan yang diminati masyarakat.

“Acaranya sangat meriah dan kesenian yang ditampilkan sangat variatif. Banyak kesenian daerah dan juga beberapa kesenian modern yang mampu menjadi hiburan bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Buleleng, lanjut Supriatna, akan terus mendukung penyelenggaraan festival daerah yang berdampak positif terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng tentu akan mendukung kegiatan positif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pelestarian seni, budaya, dan penguatan ekonomi kerakyatan,” tandas Supriatna.

Sementara itu, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca selaku Ketua Panitia Singa Kren Festival menyebut masyarakat berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan rutin setiap tahun karena dinilai memberi manfaat bagi pelaku seni dan UMKM lokal.

“Para pelaku UMKM yang terlibat dalam pelaksanaan tahun ini juga antusias untuk kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan festival yang akan datang,” pungkasnya. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *