Soekarno Run Bawa 3.200 Pelari, UMKM Banyuwangi Kebagian Berkah
BANYUWANGI – Kedatangan 3.200 pelari dari berbagai penjuru Indonesia dalam Soekarno Run menjadi peluang bagi lebih dari 300 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal Banyuwangi memperluas pasar. Selain transaksi produk, ajang yang digelar Minggu (20/09/2026) itu juga menjadi panggung bagi kesenian tradisional daerah untuk diperkenalkan kepada pengunjung dari luar wilayah.
Pelaku UMKM akan menempati kawasan mulai dari titik start dan finish di Pendopo Shaba Swagata Blambangan hingga sejumlah titik di sepanjang rute lari. Produk yang ditawarkan mencakup kuliner khas Banyuwangi, cendera mata, dan berbagai produk lokal lainnya.
Panitia Penyelenggara Soekarno Run Banyuwangi Indra Agus mengatakan seluruh pelaku usaha yang dilibatkan berasal dari wilayah sekitar. Lebih dari 300 UMKM dijadwalkan ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Untuk menjaga kualitas produk yang dijajakan, panitia menggelar pertemuan teknis dengan para pelaku UMKM pada 18 September 2026. Pertemuan itu membahas standardisasi penyajian dan kualitas produk selama pelaksanaan acara.
Peluang tersebut muncul karena peserta Soekarno Run datang dari berbagai daerah, mulai Aceh hingga Papua. Selain mengikuti perlombaan, ribuan peserta berpotensi menjadi konsumen sekaligus mengenal produk khas Banyuwangi secara langsung.
Pengarah Soekarno Run Deni Wicaksno mengatakan kegiatan tersebut mempertemukan aktivitas olahraga dengan sektor ekonomi kreatif daerah.
“Penyelenggaraan Soekarno Run menjadi momentum mempertemukan semangat olahraga dengan potensi ekonomi kreatif. Ini akan menggeliatkan ekonomi lokal,” kata Deni, sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu, (19/09/2026).
Dampak kegiatan tidak hanya diarahkan pada transaksi UMKM. Panitia juga memasukkan kesenian tradisional Banyuwangi dalam rangkaian acara sebagai bagian dari pengalaman peserta dan pengunjung.
Tari Gandrung menjadi salah satu pertunjukan yang disiapkan. Selain itu, jaranan dan hadrah juga akan ditampilkan untuk menyambut serta menghibur peserta selama kegiatan berlangsung.
Dengan konsep tersebut, peserta yang datang dari luar Banyuwangi dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas karena tidak hanya mengikuti rute perlombaan, tetapi juga berinteraksi dengan kuliner, produk lokal, dan kesenian daerah.
Pelaku UMKM kuliner Sugeng S menyambut pelaksanaan Soekarno Run dan berharap tingginya jumlah peserta berdampak terhadap penjualan usaha lokal.
“Alhamdulillah InsyaAllah ini akan membantu UMKM, bisa laris karena ada ribuan orang dalam satu acara,” ujar Sugeng.
Keterlibatan ratusan UMKM dan pertunjukan kesenian tradisional membuat Soekarno Run tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pengunjung dari berbagai daerah dengan produk dan budaya Banyuwangi. []
Redaksi01
