Stok Aman, Harga Beras Tetap Tinggi di Bangka Belitung

PANGKALPINANG – Stabilnya harga beras kualitas super II di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam sebulan terakhir justru menegaskan kuatnya tekanan harga di tingkat konsumen, meski stok nasional dinyatakan aman oleh pemerintah.

Berdasarkan pemantauan pasar per Minggu (19/04/2026), harga beras kualitas super II bertahan di angka Rp19.600 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan belum adanya koreksi harga setelah lonjakan signifikan yang terjadi sejak awal tahun.

Secara kumulatif, kenaikan harga dalam tiga bulan terakhir tergolong tajam. Data yang dihimpun menunjukkan harga beras di Babel meningkat 22,12 persen dari Rp16.050 per kilogram pada Januari menjadi Rp19.600 per kilogram pada April 2026. Lonjakan tersebut menjadikan wilayah ini sebagai salah satu daerah dengan tekanan harga beras tinggi, sebagaimana dilansir Databoks Katadata, Minggu (19/04/2026).

Meski demikian, dalam 30 hari terakhir, harga cenderung stagnan di level tertinggi. Kondisi ini mencerminkan kuatnya tekanan di rantai distribusi maupun pasar ritel yang belum mereda. Dampaknya, daya beli masyarakat—terutama untuk beras kualitas premium—terus tergerus.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga melalui pengawasan distribusi dan stok. Selain itu, perhatian juga diarahkan pada kesesuaian harga pasar dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) di masing-masing zona distribusi.

Pemantauan juga dilakukan di pusat distribusi utama seperti Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) guna memastikan pasokan dari daerah produsen ke wilayah konsumen, termasuk Babel, berjalan lancar tanpa hambatan.

Berdasarkan tren pergerakan harga sepanjang semester pertama 2026, lonjakan paling signifikan terjadi pada periode Januari hingga Maret, sebelum akhirnya memasuki fase konsolidasi pada April. Situasi ini menandakan harga telah mencapai titik puncak, namun belum menunjukkan tren penurunan.

Untuk meredam tekanan harga, pemerintah mendorong optimalisasi distribusi cadangan beras melalui Perum Bulog, termasuk melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, operasi pasar juga digencarkan untuk memberikan alternatif harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.”

Langkah pengendalian juga diperkuat melalui pengawasan distribusi di tingkat lokal, percepatan penyaluran bantuan pangan, serta pengamanan jalur logistik, khususnya transportasi laut menuju wilayah kepulauan.

Di sisi lain, Satuan Tugas (Satgas) Pangan daerah meningkatkan pengawasan di titik bongkar muat pelabuhan guna mencegah potensi penimbunan atau gangguan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut.

Ke depan, stabilisasi harga beras di Babel sangat bergantung pada kelancaran distribusi serta momentum panen di daerah produsen nasional yang diharapkan mampu menambah pasokan dan menekan harga di pasar. []

Penulis: Dimas Nugroho | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *