Transaksi Kopdes Merah Putih Tembus Rp207 Miliar, Ini Barang Terlaris

JAKARTA – Kebutuhan pangan pokok dan sarana produksi pertanian menjadi penggerak utama aktivitas perdagangan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Data Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes) menunjukkan, beras dan minyak goreng menjadi dua komoditas dengan nilai transaksi terbesar hingga 20 September 2026.

Berdasarkan data Simkopdes, penjualan Beras Medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram mencatat nilai transaksi tertinggi, yakni Rp92,59 miliar dari 8,02 juta unit. Sementara itu, minyak goreng membukukan transaksi Rp47,11 miliar dengan volume penjualan 3,22 juta unit.

Besarnya transaksi kedua komoditas tersebut menunjukkan kebutuhan rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama aktivitas perdagangan Kopdes Merah Putih. Di sisi lain, permintaan pupuk juga memberikan kontribusi besar terhadap nilai perdagangan koperasi di tingkat desa.

Pupuk Nitrogen, Fosfor, dan Kalium (NPK) Phonska mencatat nilai transaksi sekitar Rp15,09 miliar dari 8,17 juta unit. Adapun Pupuk Urea Nitrogen 46 persen membukukan transaksi Rp11,27 miliar dengan volume 6,20 juta unit.

Secara keseluruhan, nilai transaksi Kopdes Merah Putih meningkat dari Rp205 miliar dengan 75.713 kali transaksi pada 22 Agustus 2026 menjadi Rp207,08 miliar dengan 81.164 transaksi pada 20 September 2026. Data tersebut menunjukkan adanya tambahan nilai transaksi sekitar Rp2,08 miliar dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

Selain empat komoditas utama tersebut, perdagangan Kopdes Merah Putih juga mencakup berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. Berdasarkan data Simkopdes, kategori barang lainnya mencatat nilai transaksi sekitar Rp14 miliar dengan volume 777.468 unit, sedangkan beras mencapai Rp5,9 miliar dari 483.531 unit penjualan.

Komoditas kebutuhan rumah tangga lain turut mencatat transaksi, antara lain gula dalam negeri (DN) sebesar Rp1,2 miliar, gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram Rp609 juta, Sunco Minyak Goreng Pouch 2 liter Rp538 juta, serta susu Ultramilk 125 mililiter Rp527 juta.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Kopdes Merah Putih tidak hanya bertumpu pada satu jenis kebutuhan. Pangan harian menjadi komponen utama perdagangan, sementara pupuk dan sarana produksi pertanian menunjukkan keterkaitan koperasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Data transaksi tersebut menjadi gambaran awal mengenai pola permintaan di Kopdes Merah Putih. Penguatan pasokan komoditas yang paling banyak dibutuhkan masyarakat diharapkan dapat menjaga kesinambungan aktivitas perdagangan koperasi sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pokok dan kegiatan pertanian di tingkat desa, sebagaimana diberitakan Liputan6, Minggu (20/09/2026). []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *