Transaksi Pembiayaan UMKM di KKI 2026 Tembus Rp285 Miliar
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi business matching pembiayaan dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 mencapai Rp285 miliar hingga 22 Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penguatan akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain pembiayaan, KKI 2026 juga mempertemukan UMKM dengan calon mitra ekspor. Hingga Sabtu (22/08/2026), transaksi business matching ekspor tercatat Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan mitra dari 16 negara.
Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengatakan perluasan akses pasar dan pembiayaan menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM agar semakin berdaya saing. “Tahun ini kita punya geopolitik yang sangat susah, tetapi intinya, dengan angka yang terjaga tersebut, UMKM Indonesia ini berdaya saing. Itu juga melibatkan 16 negara dan 192 UMKM (dalam business matching ekspor),” kata Aida sebagaimana dilansir Beritasatu, Minggu, (23/08/2026).
Nilai transaksi business matching ekspor tersebut naik sekitar 1 persen dibandingkan realisasi KKI 2025 yang berlangsung selama empat hari. Menurut Aida, pertumbuhan yang relatif terbatas tidak terlepas dari ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
Meski demikian, BI melihat keterlibatan pelaku UMKM dalam jejaring perdagangan internasional menunjukkan adanya peluang bagi produk lokal untuk memperluas pasar. KKI 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang penjualan, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha dengan mitra bisnis dan sumber pembiayaan.
Dari sisi penjualan langsung, omzet UMKM selama tiga hari penyelenggaraan pada 20-22 Agustus 2026 mencapai Rp144,2 miliar. Angka tersebut meningkat 46 persen dibandingkan omzet KKI 2025 sebesar Rp98,7 miliar yang dicapai selama empat hari.
“Tiga hari (pada 2026) dibandingkan empat hari 2025, itu saja sudah menghasilkan untuk penjualan naik 46%, Rp 144,2 miliar. Nanti kalau ditutup (hingga 23 Agustus 2026), tentunya akan lebih tinggi lagi,” kata Aida dalam closing ceremony KKI 2026 di Jakarta, Minggu (23/08/2026).
KKI 2026 juga mencatat transaksi business matching pembiayaan sebesar Rp285 miliar hingga 22 Agustus. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan UMKM tidak hanya berkaitan dengan perluasan pasar, tetapi juga akses modal untuk mengembangkan kapasitas usaha.
Penguatan ekosistem tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan KKI tahun ini. BI menghadirkan lima aspek kebaruan yang mencakup program berdampak nyata melalui Cangkir Barista dan Citra Nusa, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
KKI 2026 secara keseluruhan melibatkan 1.850 UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 550 UMKM hadir secara fisik di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 20-23 Agustus 2026.
Produk yang ditampilkan telah melewati proses kurasi dan berasal dari beragam sektor. Produk tersebut mencakup wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.
BI menilai pengembangan UMKM perlu dilakukan tidak hanya melalui peningkatan transaksi, tetapi juga dengan memperkuat potensi daerah, akses pembiayaan, jaringan perdagangan, serta keberlanjutan usaha.
“Pesan dari BI tentunya agar UMKM terus tumbuh, kembangkan potensi di daerahnya hingga mendukung ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan menyerap tenaga kerja,” kata Aida. []
Redaksi01
