SWAP Siap IPO, Rp15,8 Miliar untuk Perkuat Produksi
JAKARTA – PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset yang terafiliasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), akan menggunakan sebagian besar dana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) untuk memperkuat kapasitas produksi dan belanja modal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan membawa hasil riset ke skala industri sekaligus memperluas pengembangan bisnis setelah melantai di pasar modal.
Dalam aksi korporasi tersebut, SWAP menawarkan maksimal 323 juta saham baru kepada publik atau setara dengan maksimal 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan memasang kisaran harga penawaran awal (bookbuilding) Rp130-Rp140 per saham.
Dengan kisaran harga tersebut, SWAP menargetkan perolehan dana maksimal Rp45,22 miliar. Manajemen Swayasa Prakasa menyampaikan informasi tersebut dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagaimana diberitakan Antara, Senin (24/08/2026).
“Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya adalah Rp45.220.000.000,” ujar Manajemen Swayasa Prakasa sebagaimana keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/08/2026).
Dari total dana yang dihimpun, sekitar Rp15,8 miliar akan diarahkan sebagai modal kerja. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperbaiki kualitas produk.
Perseroan juga menyiapkan sekitar Rp12,2 miliar untuk belanja modal. Sementara itu, dana sekitar Rp12 miliar akan digunakan untuk melunasi kewajiban kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) dan Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).
Rencana penggunaan dana itu menunjukkan bahwa aksi korporasi SWAP tidak hanya diarahkan untuk memperoleh tambahan pendanaan, tetapi juga memperkuat fondasi operasional perusahaan dalam mengembangkan produk kesehatan berbasis riset.
SWAP merupakan anak usaha PT Gama Multi Usaha Mandiri, perusahaan holding dan investasi UGM. Gama Multi Usaha Mandiri tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 721.898.050 saham atau 97,16 persen. Sementara UGM memiliki 20.009.190 saham atau 2,693 persen.
Adapun PT Radio Swara Gadjah Mada menguasai 549.920 saham atau 0,074 persen, sedangkan Bondan Ardiningtyas memiliki 542.840 saham atau 0,073 persen.
Untuk pelaksanaan IPO, SWAP menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Tahapan penawaran saham akan dimulai dengan penawaran awal (bookbuilding) pada 24-27 Agustus 2026. Selanjutnya, masa penawaran umum perdana saham dijadwalkan berlangsung pada 2-8 September 2026, dilanjutkan penjatahan pada 8 September dan distribusi saham pada 9 September 2026.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, SWAP ditargetkan mencatatkan saham perdananya di pasar modal Indonesia pada 10 September 2026.
Dari sisi bisnis, SWAP bergerak di sektor industri manufaktur produk kesehatan berbasis riset. Perusahaan tersebut didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Swayasa Prakarsa Nomor 09 tanggal 12 Januari 2012 dan mulai menjalankan kegiatan komersial pada 2014.
Kehadiran SWAP dibangun sebagai sarana komersialisasi hasil riset UGM. Model tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung proses hilirisasi dan inovasi sehingga hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk industri yang memiliki daya saing.
Manajemen menilai penguatan kapasitas melalui dana IPO dapat menjadi pijakan bagi pengembangan usaha pada tahap berikutnya. Aksi tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan berbasis riset untuk memperluas skala produksi dan meningkatkan kualitas produk kesehatan.
Dengan jadwal pencatatan saham yang ditargetkan pada September 2026, SWAP kini memasuki tahapan penting untuk mengubah hasil riset menjadi aktivitas industri yang lebih besar. Jika terealisasi sesuai rencana, langkah ini sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam membawa inovasi UGM ke pasar melalui jalur pasar modal. []
Redaksi01
