77 UMKM Ramaikan Siginjai Fest, Ekonomi Jambi Digenjot
JAMBI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui gelaran Semarak Ekonomi dan Keuangan Syariah Negeri Jambi (Siginjai Fest) 2026 yang berlangsung selama lima hari.
Kegiatan yang digelar di Jambi Town Square (Jamtos) pada 29 April hingga 3 Mei 2026 ini menjadi ajang integrasi antara promosi produk lokal, edukasi ekonomi syariah, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Gubernur Jambi Al Haris menyebut festival ini sebagai momentum strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. “Pertumbuhan ekonomi Jambi saat ini sudah mencapai 4,93 persen, sedikit lagi menyentuh angka lima. Ini harus kita genjot bersama, semua sektor harus berperan,” ujarnya saat membuka acara, sebagaimana dilansir Pariwarajambi, Rabu, (29/04/2026).
Ia menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pelaku ekonomi, mulai dari UMKM hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dalam memanfaatkan ruang promosi dan transaksi yang disediakan dalam festival tersebut. “Melalui Siginjai Fest, pelaku UMKM punya kesempatan tampil, memperkenalkan produk, sekaligus menjual hasil karya mereka. Ini juga jadi ajang saling bertukar informasi untuk perbaikan ke depan,” tambahnya.
Gubernur juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan penggunaan produk lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah. “Kita harus biasakan membeli dan menggunakan produk dalam negeri. Batik Jambi tidak kalah kualitasnya. Ini bagian dari upaya mengangkat ekonomi daerah dan pelaku usaha lokal,” tegasnya.
Kepala Perwakilan BI Jambi Tedy Arief Budiman menjelaskan bahwa Siginjai Fest merupakan bagian dari rangkaian menuju berbagai agenda nasional, seperti Festival Ekonomi Syariah Sumatera (FESyar), Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), Karya Kreatif Indonesia (KKI), dan Festival Ekonomi Syariah Bank Indonesia (Fesbi) 2026. Ia menyebut kegiatan ini sebagai salah satu flagship event BI dalam memperkuat ekonomi syariah di daerah. “Siginjai Fest adalah ikhtiar kami sebagai fasilitator untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, hingga komunitas dan pesantren,” jelasnya.
Mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital, kegiatan ini menghadirkan 77 UMKM dari berbagai sektor seperti makanan dan minuman, wastra, kriya, serta kopi unggulan daerah. Selain itu, pameran juga melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Dompet Dhuafa.
Berbagai kegiatan pendukung turut digelar, mulai dari talkshow, pelatihan UMKM, hingga kompetisi kopi seperti cup tester, brewer, dan latte art yang menghadirkan juri nasional. Upaya penguatan gaya hidup halal juga dilakukan melalui dorongan sertifikasi halal, pengembangan Kawasan Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), serta peningkatan jumlah juru sembelih halal.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan kajian keislaman dengan narasumber nasional sebagai bagian dari edukasi masyarakat.
Tedy menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan sinergi berkelanjutan antar pemangku kepentingan. “Melalui kolaborasi yang kuat, kita berharap ekonomi syariah dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jambi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan Siginjai Fest 2026, Pemprov Jambi dan BI Jambi berharap tercipta akselerasi ekonomi daerah yang inklusif, berbasis potensi lokal, serta mampu memperkuat posisi Jambi dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
