Huckabee: Iran Sudah Diperingatkan, Jangan Ulangi Kesalahan

JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, menegaskan bahwa Washington tidak segan mengambil langkah lanjutan apabila Teheran tetap mengabaikan peringatan yang telah disampaikan Presiden Donald Trump.

Dalam wawancara eksklusif dengan program Counterpoints yang disiarkan Al Arabiya pada Jumat (23/01/2026), Huckabee menyatakan bahwa para pemimpin Iran seharusnya telah memahami bahwa ancaman Trump bukan sekadar retorika politik. Pernyataan itu disampaikan menanggapi komentar Trump yang mengindikasikan pergerakan armada militer AS menuju kawasan sekitar Iran.

Dilansir Al Arabiya, Huckabee menolak merinci bentuk tindakan yang mungkin akan diambil Washington. Namun, ia menekankan bahwa Iran telah menerima peringatan yang sangat jelas dan tidak sepatutnya meremehkan sikap Trump.

“Iran akan tahu kapan saatnya mereka tahu,” kata Huckabee, menambahkan bahwa Trump telah membuktikan musim panas lalu bahwa peringatannya bukanlah retorika.

Menurut Huckabee, pengalaman sebelumnya seharusnya menjadi pelajaran penting bagi Teheran. Ia mengingatkan bahwa pada periode tersebut, Trump benar-benar merealisasikan apa yang telah disampaikannya kepada publik internasional.

“Anda mendapat pukulan keras musim panas lalu, dan Presiden Trump melakukan persis seperti yang dia katakan akan dia lakukan,” kata Huckabee kepada presenter Al Arabiya English, Melinda Nucifora.

Lebih lanjut, Huckabee menyoroti sikap konsisten Trump terkait program nuklir Iran. Ia menyebut Trump berulang kali menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan memperkaya uranium ataupun memiliki senjata nuklir. Namun, menurutnya, peringatan tersebut tidak digubris oleh otoritas Iran.

“Mereka tidak mempercayainya. Dia (Trump) membuktikan bahwa dia bersungguh-sungguh,” kata Huckabee.

Selain isu nuklir, Dubes AS itu juga melontarkan kritik tajam terhadap kondisi dalam negeri Iran. Huckabee menuding pemerintah Iran memiliki catatan buruk dalam menangani hak asasi manusia, termasuk tuduhan penggunaan kekerasan terhadap demonstran. Ia juga menyoroti dugaan pengalihan sumber daya nasional Iran untuk mendukung kelompok-kelompok militan di kawasan.

Menurut Huckabee, dana yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki kondisi ekonomi domestik justru dialirkan kepada Hamas di Jalur Gaza, Hizbullah di Lebanon, serta kelompok Houthi di Yaman. Hal tersebut, katanya, semakin memperburuk kesulitan ekonomi yang dihadapi rakyat Iran.

Dalam wawancara itu, Huckabee juga menyampaikan bahwa Trump bersikap skeptis terhadap klaim Iran mengenai stabilitas internal dan penghentian eksekusi mati. Presiden AS, kata Huckabee, tidak akan menerima pernyataan sepihak tanpa bukti nyata.

“Dia akan menginginkan bukti,” kata Huckabee. “Jika dia tidak mendapatkannya, itu akan menjadi salah satu dasar yang akan dia gunakan untuk mengambil keputusan,” imbuhnya.

Pernyataan ini menandai peningkatan tekanan diplomatik dan politik AS terhadap Iran. Di tengah situasi geopolitik yang masih rapuh, peringatan dari Washington mempertegas bahwa ketegangan antara kedua negara berpotensi kembali meningkat jika tidak ada perubahan kebijakan dari Teheran. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *