Kim Jong Un Kembali Kukuhkan Kuasa di Kongres Partai

PYONGYANG – Kongres nasional Partai Buruh Korea kembali mengukuhkan dominasi politik Kim Jong Un di panggung kekuasaan Korea Utara. Dalam forum lima tahunan yang digelar di Pyongyang, ribuan elite partai dan pejabat militer menyepakati pemilihan kembali Kim sebagai Sekretaris Jenderal, posisi tertinggi dalam struktur politik negara tersebut.

Kongres ini bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan tersebut dipandang sebagai forum strategis untuk menentukan arah kebijakan nasional, mulai dari diplomasi luar negeri hingga perencanaan pertahanan dan militer. Di negara yang dikenal tertutup terhadap dunia luar, kongres partai menjadi salah satu momen langka yang memberikan gambaran mengenai dinamika internal kekuasaan.

Kantor berita resmi pemerintah, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan bahwa para petinggi militer menyampaikan “janji loyalitas” kepada Kim Jong Un dalam sidang tersebut. Dukungan itu mengiringi pengesahan kembali Kim sebagai Sekretaris Jenderal pada Minggu (22/02/2026) waktu setempat, mempertegas posisinya sebagai figur sentral dalam struktur negara dan partai.

Dalam pernyataan resmi partai, ditegaskan bahwa kepemimpinan Kim diarahkan untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional. Kongres menyoroti upaya untuk menahan musuh-musuh Korea Utara dengan “secara radikal” meningkatkan “kekuatan nuklir” negara tersebut.

“Dia telah dengan penuh semangat memimpin upaya untuk mengubah Tentara Rakyat Korea, poros pertahanan nasional dan pilar penjaga perdamaian, menjadi tentara elite dan kuat,” demikian bunyi pernyataan Partai Buruh Korea memuji Kim Jong Un.

“Dan dengan demikian, (dia telah) membangun angkatan bersenjata revolusioner yang mampu mengatasi ancaman agresi apa pun atas inisiatif mereka sendiri dan sepenuhnya siap untuk segala bentuk perang,” imbuh pernyataan tersebut.

Penekanan terhadap penguatan militer menunjukkan bahwa agenda pertahanan, khususnya pengembangan senjata nuklir, tetap menjadi prioritas utama rezim. Dalam beberapa tahun terakhir, program nuklir Korea Utara mengalami percepatan signifikan, dari sekadar sumber kekhawatiran internasional menjadi ancaman yang dinilai semakin nyata oleh banyak negara.

Beberapa hari sebelum kongres digelar, Kim Jong Un juga memamerkan peluncur roket berukuran besar yang diklaim mampu membawa hulu ledak nuklir. Sistem persenjataan tersebut diparkir di depan Gedung Kebudayaan Pyongyang, lokasi pelaksanaan kongres, sebagai simbol kekuatan militer yang ingin ditampilkan kepada publik domestik maupun komunitas internasional.

Dukungan eksternal turut mewarnai momentum politik ini. Presiden China, Xi Jinping, menyampaikan sambutan atas terpilihnya kembali Kim dan menyebutnya sebagai awal dari “babak baru” hubungan bilateral. Sebelumnya, Kim juga pernah tampil bersama Xi dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam parade militer di Beijing—sebuah momen yang dipandang sebagai penegasan posisi strategis Korea Utara di tengah konstelasi geopolitik regional.

Dengan terpilihnya kembali Kim Jong Un, arah kebijakan Korea Utara diperkirakan tetap berfokus pada penguatan pertahanan dan konsolidasi kekuasaan internal. Kongres nasional Partai Buruh Korea yang berlangsung beberapa hari ke depan diyakini akan menjadi panggung bagi pengumuman kebijakan lanjutan, terutama terkait fase berikutnya dalam pengembangan program senjata nuklir negara tersebut. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *