Motor Vs Motor di Perempatan FISIP Undana, 1 Korban Meninggal
JAKARTA – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di area kampus Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, berujung maut. Seorang mahasiswa bernama Adventio Yisral Riwu meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat tabrakan dengan kendaraan lain di kawasan perempatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (25/02/2026) siang. Insiden berlangsung di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Lokasi kejadian berada di salah satu titik persimpangan di dalam lingkungan kampus yang kerap dilalui kendaraan mahasiswa maupun masyarakat umum.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Kupang Kota, Kompol Sudirman, membenarkan adanya kecelakaan yang menyebabkan satu korban meninggal dunia. “Ada satu korban yang meninggal dunia. Lokasi kejadian tepatnya di perempatan FISIP Undana, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Kupang Kota, Kompol Sudirman.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan melibatkan dua sepeda motor, yakni Yamaha X-Ride berwarna merah hitam dengan nomor polisi DH-6528-FG dan Honda Beat berwarna silver bernomor polisi DH-6125-KZ. Adventio diketahui mengendarai Yamaha X-Ride dan melaju menuju arah FISIP Undana.
Pada saat bersamaan, pengendara Honda Beat, Priyo Santoso (51), datang dari arah berbeda. Diduga kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras di area persimpangan menyebabkan kedua pengendara terjatuh dan mengalami luka-luka.
Akibat insiden tersebut, Adventio mengalami luka lecet di kedua tangan serta luka robek di pelipis mata kanan. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, Priyo Santoso mengalami bengkak pada kaki kiri dan mengeluhkan pusing setelah kejadian.
“Kedua korban mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan medis di RS Kartini Kota Kupang, tetapi pengendara sepeda motor Yamaha X-Ride dinyatakan meninggal, serta kedua kendaraan mengalami kerusakan material,” jelas Sudirman.
Kecelakaan ini menambah daftar insiden lalu lintas yang terjadi di lingkungan pendidikan. Meski berada di dalam area kampus, jalur tersebut tetap memiliki risiko tinggi apabila pengendara tidak berhati-hati dan tidak mematuhi batas kecepatan. Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa saksi-saksi dan kondisi kendaraan yang terlibat.
Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh pengguna jalan, termasuk mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus, agar lebih waspada saat berkendara, khususnya di kawasan persimpangan. Disiplin berlalu lintas dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Duka mendalam menyelimuti keluarga dan sivitas akademika Undana atas kepergian Adventio. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama, bahkan di lingkungan yang dianggap relatif aman seperti area kampus. []
Siti Sholehah.
