Penanaman Jagung Nasional Capai 146 Ribu Hektare

OGAN ILIR – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menargetkan perluasan penanaman jagung di ratusan ribu hektare lahan sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional. Program ini dilaksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan global.

Komitmen tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (07/03/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata Polri dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pertanian.

Menurut Sigit, penanaman jagung secara nasional untuk kuartal pertama tahun 2026 dilaksanakan selama periode Januari hingga Maret dengan total target lahan yang cukup luas.

“Penanaman jagung kuartal I tahun 2026 secara nasional dilaksanakan pada periode Januari sampai Maret di lahan seluas 196.175 hektare,” ujar Jenderal Sigit.

Ia menyebutkan bahwa luas lahan yang telah disiapkan diharapkan mampu memberikan kontribusi besar terhadap ketersediaan stok pangan nasional. Produksi jagung dari lahan tersebut diperkirakan mencapai ratusan ribu hingga jutaan ton saat masa panen tiba.

Berdasarkan proyeksi yang disampaikan, hasil panen jagung dari program ini diperkirakan berada pada kisaran 784.859 ton hingga mencapai 1,96 juta ton. Angka tersebut dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan jagung nasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kapolri juga memaparkan perkembangan terbaru pelaksanaan program tersebut di lapangan. Hingga awal Maret 2026, proses penanaman telah dilakukan oleh jajaran kepolisian di berbagai daerah dan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

“Adapun progres tanam jagung periode 1 Januari hingga 4 Maret 2026 sebesar 146.904,10 hektare,” ungkap Sigit mengenai capaian realisasi saat ini.

Ia menilai keterlibatan Polri dalam program ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah menghadapi berbagai tantangan global yang berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan, termasuk fluktuasi harga komoditas dan gangguan rantai pasok.

Selain itu, kebutuhan jagung dalam negeri juga diperkirakan akan terus meningkat, terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dan program pemerintah lainnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

“Kebutuhannya semakin besar karena juga ada program MBG (Makan Bergizi Gratis), program pangan yang membutuhkan pakan ternak yang cukup,” tambahnya.

Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kepolisian di berbagai wilayah yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan program penanaman jagung tersebut.

“Dan juga tentunya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dan terus bekerja semangat untuk betul-betul bisa menjalankan apa yang menjadi program Bapak Presiden untuk masyarakat. Terima kasih,” sambung Jenderal Sigit.

Dalam kegiatan penanaman jagung di Ogan Ilir tersebut, Kapolri didampingi sejumlah pejabat pemerintah pusat maupun daerah. Di antaranya Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, serta Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Selain menghadiri kegiatan pertanian, Kapolri juga meresmikan pembangunan 57 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di berbagai wilayah. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar jalur distribusi hasil pertanian dari daerah menuju pusat-pusat distribusi.

Dengan tersedianya infrastruktur yang memadai, distribusi hasil bumi dari para petani diharapkan menjadi lebih efisien dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.

Program penanaman jagung ini pun menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas pangan di masa mendatang. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *